Sugiat Pujikan Imigrasi: 6.592 WNA Terganggu, Terteguh
Gambar atau konten salah?
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso menegaskan apresiasi atas kerja keras Direktorat Jenderal Imigrasi yang dipimpin oleh Hendarsam Marantoko pada awal tahun 2026. Ia menilai langkah tegas jajaran Imigrasi menandai komitmen kuat dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
Catatan impresif Ditjen Imigrasi tercermin dari penindakan terhadap 6.592 warga negara asing yang melanggar aturan keimigrasian di berbagai wilayah Indonesia. “Angka penindakan lebih dari 6.000 WNA di awal tahun ini adalah bukti bahwa fungsi pengawasan kita berjalan sangat efektif dan progresif. Kami di Komisi XIII melihat adanya peningkatan intensitas operasi intelijen dan penindakan yang terukur,” ujar Sugiat dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.
Selain kuantitas, Sugiat menyoroti keberhasilan Imigrasi membongkar praktik kriminal lintas negara. Di Tangerang, penggerebekan sindikat penipuan berbasis romansa (love scamming) melibatkan jaringan internasional. Sementara itu, upaya penyelundupan manusia ke Australia, dengan pelaku WNA Pakistan, berhasil digagalkan. “Kasus di Tangerang dan penyelundupan ke Australia yang melibatkan WNA Pakistan bukan perkara mudah. Ini membutuhkan koordinasi lintas sektoral dan kecakapan siber yang mumpuni. Dirjen Hendarsam Marantoko berhasil membuktikan bahwa Imigrasi saat ini lebih responsif dan berani,” tambah Sugiat.
Meski memberikan pujian, Sugiat Santoso berharap capaian ini menjadi standar baru bagi jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa DPR akan terus mendukung penguatan sarana dan prasarana keimigrasian, khususnya dalam digitalisasi pengawasan perbatasan. Langkah tegas ini diharapkan memberi efek jera bagi warga asing yang mencoba menyalahgunakan izin tinggal atau melakukan tindak pidana di wilayah hukum Indonesia.
Keseluruhan, apresiasi Sugiat menegaskan pentingnya kerja sama lintas lembaga dan teknologi dalam menegakkan hukum keimigrasian. Keberhasilan penindakan dan operasi intelijen menunjukkan bahwa sistem pengawasan negara telah berkembang secara progresif, sekaligus menegaskan komitmen DPR dalam memperkuat keamanan perbatasan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
