Suhan Sopir Bromo Maafkan Wisatawan China, Mediasi Sukses

Nita W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Suhan Sopir Bromo Maafkan Wisatawan China, Mediasi Sukses

Gambar atau konten salah?

Pada 10 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, seorang driver ojek online dan seorang wisatawan asing asal China mengalami intimidasi di Jalan Merapi, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Video kejadian tersebut diunggah langsung oleh wisatawan asal China bernama Jenii melalui akun Instagram pribadinya, lalu menjadi viral di media sosial dan menuai banyak komentar dari netizen dalam maupun luar negeri.

Pria yang melakukan intimidasi adalah sopir angkutan wisata Gunung Bromo yang biasa mangkal di kawasan Terminal Bayuangga Kota Probolinggo. Setelah penyelidikan, polisi mengidentifikasi pria itu bernama Suhan (50), warga Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Kasus tersebut kemudian dimediasi bersama sejumlah pihak terkait di Mapolsek Kademangan pada 13 Mei 2026. Mediasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono, bersama sejumlah anggotanya.

Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan ojek online Grab, Dinas Perhubungan Pemkot Probolinggo, Organda Probolinggo, Satlantas Polres Probolinggo Kota, hingga perwakilan sopir angkutan umum tujuan wisata Gunung Bromo.

Dalam mediasi tersebut, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan kekeluargaan. Suhan selaku pihak yang memarahi wisatawan asing dan driver ojol juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

"Hasil mediasi ini sangat-sangat bagus buat kami. Kedepannya sudah dikumpulkan semua dari anggota ojek online, Dishub, Organda, Kapolsek Kademangan dan Satlantas Polres Probolinggo Kota. Ini menurut saya sangat bagus," ujar Suhan usai mediasi.

Suhan mengaku menyesali tindakannya dan meminta maaf kepada wisatawan asing yang datang ke Indonesia, khususnya wisatawan asal China yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. "Saya minta maaf kepada turis-turis asing yang masuk ke Indonesia, terutama turis asing asal China kemarin. Saya minta maaf sebesar-besarnya. Sebenarnya bukan keinginan saya seperti itu, saya cuma ingin mencari rezeki halal untuk kebutuhan keluarga," katanya.

Kapolsek Kademangan, Kompol Suharsono mengatakan pihaknya sengaja mempertemukan seluruh pihak terkait agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. "Langkah kami selaku Kapolsek Kademangan karena kejadian berada di wilayah hukum kami, mengundang beberapa instansi terkait mulai dari Dinas Perhubungan Kota, Dinas Terminal, Organda, Satlantas Polres Probolinggo Kota, hingga perwakilan pengemudi," ujarnya.

Menurutnya, hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai antara pengemudi angkutan umum wisata Bromo dan driver ojol. "Pengemudi Bison angkutan umum tujuan wisata Gunung Bromo dan pengemudi ojek pangkalan sudah kita satukan dan mereka sudah berdamai. Tidak ada lagi perselisihan maupun pertengkaran," jelasnya.

Kompol Suharsono menyebut, emosi pelaku dipicu persoalan persaingan mencari penumpang. "Pihak driver Bison sudah meminta maaf karena merasa sejak pagi belum mendapatkan penumpang dan menganggap rezekinya diambil oleh ojol," tambahnya.

Ke depan, pihak kepolisian bersama instansi terkait akan kembali menggelar pertemuan guna membahas kesepakatan baru atau memorandum of understanding (MoU) terkait pengaturan penjemputan penumpang di kawasan terminal. "Nantinya akan ada pertemuan kembali antara Organda, Dishub, Terminal, perwakilan ojol, sopir Bison dan ojek pangkalan untuk membahas kesepakatan bersama agar semua pihak bisa mencari rezeki tanpa perselisihan lagi dan kasus seperti ini tidak terulang," pungkasnya.

Insiden ini menandai pentingnya dialog antar pelaku transportasi dan pengunjung. Mediasi berhasil mengakhiri perselisihan, menegaskan bahwa kerja sama dan saling pengertian dapat mencegah konflik di masa depan.

Intimidasi driver ojekwisatawan Chinamediasi Kapolsekpengemudi Bisonpenjemputan penumpangKademanganProbolinggoMoU transportasi

Komentar

Memuat komentar...