Suhu Panas 36°C Meroket di Jawa Timur: BMKG Dehidrasi
Gambar atau konten salah?
Cuaca panas merambah hampir seluruh wilayah Jawa Timur akhir‑akhir ini. Menurut pengamatan BMKG di 12 stasiun cuaca, suhu maksimum pada hari Selasa, 12 Mei 2026, berada di kisaran 30 – 36 derajat Celsius.
Tempat paling panas tercatat di Stasiun Maritim Perak Surabaya dan titik pengamatan Dhoho, Kediri, masing‑masing mencatat 36 derajat Celsius. Dua lokasi ini menjadi yang tertinggi di antara semua stasiun di provinsi tersebut.
Di bawahnya, suhu 34 derajat Celsius terukur di titik pengamatan Juanda dan Karangkates. Kalianget dan Tuban mengikuti dengan suhu maksimum 33 derajat Celsius. Pasuruan dan Bawean berada di angka 32 derajat Celsius, sementara Banyuwangi dan Karangploso mencatat 31 derajat Celsius. Nganjuk dan Malang menjadi yang terendah, masing‑masing 30 derajat Celsius.
Menurut BMKG, kondisi ini dipengaruhi oleh berkurangnya pertumbuhan awan. Kurangnya awan memungkinkan sinar matahari menembus langsung ke permukaan bumi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu meningkat.
“Ya hampir seluruh wilayah Jatim panas suhunya, karena memang tutupan awannya cukup sedikit di wilayah Jatim. Paling ada daerah‑daerah yang pertumbuhan awan itu secara lokal aja, spot‑spot kecil,” ujar prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi pada Kamis, 14 Mei 2026.
Ia menjelaskan bahwa sebagian wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim kemarau, sementara sebagian lainnya masih berada di masa peralihan. Kondisi ini membuat tutupan awan sangat minim di pagi hingga siang hari, sehingga sinar matahari dapat langsung menyinari bumi.
“Ini menyebabkan suhunya cenderung lebih tinggi, karena tidak ada hambatan dari awan‑awan yang menghalangi pancaran sinar matahari dari pagi hingga siang hari,” tambahnya.
Rendy menambahkan bahwa panas ini diperkirakan akan berlangsung selama periode musim kemarau, bukan hanya hitungan beberapa hari. “Ketika musim kemarau, sudah masuk ke musim kemarau atau masa peralihan, biasanya suhu akan konsisten di sekitar segitu, Mbak. Jadi enggak beberapa hari. Nanti akan ada peningkatan sedikit ketika nanti posisi matahari, berada di ekuator itu nanti akan ada peningkatan sedikit atau berarti ada tepat di wilayah Jawa Timur,” ujarnya.
Untuk menghadapi panas, Rendy mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan untuk memakai pelindung seperti tabir surya dan menghindari paparan sinar matahari terutama pada pukul 10.00 – 13.00 WIB. Pada waktu tersebut, intensitas UV berada pada tingkat tertinggi dan berbahaya bagi kulit. Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan batas kemampuan tubuh terhadap panas. Jika mulai merasakan gejala dehidrasi atau panas berlebih di kepala, segera beristirahat di tempat teduh. “Dan jangan lupa juga banyak mengonsumsi air putih, karena untuk mencegah dehidrasi tersebut untuk yang berada di luar ruangan,” pungkasnya.
Dengan penurunan tutupan awan dan intensitas sinar matahari yang tinggi, suhu di Jawa Timur tetap berada di kisaran panas. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengadopsi langkah‑langkah sederhana untuk melindungi diri dari panas berlebih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
