Suhu Tinggi dan UV Bahaya di Medan, Warga Diimbau Waspada
Gambar atau konten salah?
Sumatera Utara, khususnya wilayah Medan, mengalami suhu tinggi selama beberapa hari terakhir. BMKG menegaskan bahwa sinar ultraviolet di Medan sudah masuk kategori bahaya.
Menurut pengamatan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, suhu maksimum tercatat pada 24 Maret 2026 di Balai Besar MKG Wilayah I dan Stasiun Geofisika Deli Serdang mencapai 36.0°C.
“Hal ini dikarenakan posisi matahari tepat berada di khatulistiwa dan tutupan awan yang minim di wilayah pesisir Timur Sumatera Utara, sehingga intensitas radiasi matahari yang diterima lebih maksimal daripada biasanya,” ungkap Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, melalui keterangan tertulis, Rabu (25 Maret 2026).
Analisis pola angin pada pukul 07.00 WIB 25 Maret 2026 menunjukkan angin bertiup dari arah timur di pesisir timur Sumatera Utara dan bersifat divergen, artinya angin menyebar keluar.
Data udara atas pada tanggal yang sama menunjukkan kelembapan udara atas cukup kering, berkisar 20‑40%RH. Kondisi ini membuat pembentukan awan di pesisir timur, khususnya di Kota Medan, Deli Serdang, dan sekitarnya, menjadi sulit.
“Dari kondisi tersebut mengakibatkan pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di pesisir timur Sumatera Utara khususnya di Kota Medan, Deli Serdang dan sekitarnya,” ujarnya.
Indeks sinar UV di Medan sangat tinggi. BMKG mencatat bahwa indeks ultraviolet berada di kategori bahaya, mencapai puncak pada pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Selain itu, data titik panas (hotspot) menunjukkan terdapat 33 titik panas di Sumatera Utara.
“Indeks Ultraviolet sinar matahari (UV) di kota Medan dan sekitarnya dalam kategori bahaya. sangat tinggi pada pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Selain itu berdasarkan data titik panas (hotspot) terdapat 33 (tiga puluh tiga) titik panas di Sumatera Utara,” jelasnya.
Hendro menilai pola cuaca akan tetap mirip dengan hari ini dalam beberapa hari ke depan.
Untuk mengurangi risiko, Hendro mengimbau warga untuk menurunkan aktivitas di luar ruangan, terutama pada jam puncak. Ia menekankan pentingnya menggunakan tabir surya, minum cukup air putih, dan mengkonsumsi buah.
“Mengingat cuaca yang masih cukup panas, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran, mengurangi kegiatan di luar rumah pada jam jam puncak (10.00 WIB hingga 16.00 WIB), memperbanyak konsumsi air putih dan buah serta menggunakan sunscreen (tabir surya),” ucap Hendro.
Cuaca panas dan sinar UV tinggi menandai perlunya kehati-hatian warga Medan dan sekitarnya. Menjaga hidrasi, melindungi kulit, serta menghindari aktivitas luar pada jam terik menjadi langkah penting untuk mencegah dampak kesehatan dan kebakaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
