Sungai Cikundul Tumpukan Sampah, Warga Khawatir Banjir
Gambar atau konten salah?
Sungai Cikundul di Cianjur kini tampak seperti lautan sampah, menimbulkan rasa resah di kalangan warga. Tumpukan sampah menutupi aliran hingga Muara Waduk Cirata, memengaruhi kehidupan di Kampung Maleber, Desa Gudang, dan Kecamatan Cikalongkulon.
Setiap kali hujan deras melanda hulu, volume air meningkat dan membawa sampah dari atas sungai. Sampah tersebut terjebak di sekitar Jembatan Maleber dan menumpuk, sehingga aliran air menjadi tersumbat. Bau menyengat dari tumpukan sampah membuat warga tidak nyaman setiap hari.
Di bawah jembatan, hamparan plastik, limbah rumah tangga, dan sampah organik menumpuk di tepian sungai. Beberapa warga bahkan menyebut kondisi ini sudah menyerupai pulau sampah. Ketidakpastian mengenai risiko banjir saat hujan deras menjadi perhatian utama.
Ketua RT 01 Kampung Maleber, Agus Gunawan, mengakui bahwa tumpukan sampah hampir selalu muncul setelah hujan deras. Ia menjelaskan bahwa debit air yang meningkat membuat sampah kiriman dari atas terbawa arus dan tertahan di sekitar jembatan.
“Jadi hampir setiap hari, tumpukan sampahnya terus bertambah. Karena kalau volume air naik setelah hujan, sampahnya tertahan badan Jembatan Maleber. Sehingga sampahnya menumpuk,” kata Agus Gunawan, Selasa, 12 Mei 2023.
Menurut Agus Gunawan, kondisi sungai kini semakin memprihatinkan karena sampah tidak hanya mengambang di aliran air, tetapi juga menggunung di pinggiran sungai. Ia menambahkan, “Sudah seperti daratan sampah.”
“Setiap hari warga di dekat aliran sungai dibuat tidak nyaman dengan bau tumpukan sampahnya. Belum lagi risiko banjir jika hujan deras di hulu sampai ke hilir,” ujarnya.
Agus menyebut pembersihan sudah dilakukan beberapa kali, namun upaya tersebut terasa tak pernah selesai karena sampah baru terus berdatangan dari wilayah hulu. Ia menegaskan, “Jadi ada terus sampahnya, apalagi kalau setelah hujan deras. Tidak habis-habis. Karena dari hulu terus datang kiriman sampah akibat yang buang sampah sembarangan ke aliran sungai.”
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan pihaknya telah melakukan pembersihan di aliran Sungai Cikundul, khususnya di kawasan hilir dekat Muara Waduk Cirata. Dalam tiga hari terakhir, petugas berhasil mengangkut sekitar 6 ton sampah dari sungai tersebut.
“Kami sudah tindaklanjuti terkait sampah di hilir Sungai Cikundul. Selama tiga hari kami angkut 6 ton sampah. 80 persennya sampah plastik, sisanya sampah organik,” kata Komarudin.
Komarudin menegaskan bahwa persoalan utama berasal dari kebiasaan sebagian warga di bantaran sungai yang masih membuang sampah langsung ke aliran air. Ia mengingatkan bahwa dampak terbesar justru dirasakan masyarakat di wilayah hilir.
“Makanya untuk jangka panjang, kami imbau warga di bantaran sungai dari hulu agar tidak buang sampah sembarangan ke sungai. Karena dampaknya sangat terasa di warga bagian hilir sungai. Apalagi adanya risiko banjir juga. Kita sama-sama jaga lingkungan, agar bersih dan terhindar dari bencana banjir,” pungkasnya.
Situasi ini menyoroti betapa pentingnya pengelolaan sampah di sepanjang sungai. Tanpa tindakan yang konsisten, risiko banjir dan pencemaran lingkungan akan terus meningkat, memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan warga di seluruh wilayah hulu hingga hilir.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
