Super Copa 100 Tahun Gontor: Turnamen Sepak Bola Buka
Gambar atau konten salah?
Super Copa 100 Tahun Gontor, turnamen sepak bola yang dimulai pada 31 Mei 2026 hingga 28 Juni 2026, menjadi pembuka rangkaian kegiatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang didirikan pada 1926. Turnamen ini mengundang klub-klub dari seluruh Pulau Jawa, menandai semangat persatuan dan kompetisi yang melekat pada pesantren ini.
Tak hanya olahraga, rangkaian peringatan ini menampilkan beragam agenda berskala nasional. Dari dakwah, ekonomi, kesehatan, seni budaya, hingga temu akbar alumni, semua dirancang untuk memperkuat jaringan dan memperingati perjuangan pendiri pondok. Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momentum mengenang perjuangan. Ia berkata, “Kita seperti ini karena Allah, kita berubah seperti ini karena Allah, dan semua yang kita lakukan untuk Allah. Oleh karena itu, 100 tahun Gontor ini bukanlah perayaan, melainkan peringatan. Jika sudah ingat kepada Allah, barulah kita benar-benar bersyukur dan berterima kasih kepada‑Nya.”
Acara dakwah menonjol pada 8 Juni 2026 dengan Tabligh Akbar. Sejumlah dai nasional hadir, di antaranya Ustaz Abdul Somad, Ustaz Das'ad Latif, Ustaz Luqmanul Hakim, dan Ustaz Muhammad Fakhrurrazi Anshar. Setelah ceramah, lantunan selawat dan lagu religi dari grup El Corona menutup rangkaian ini, menambah nuansa spiritual yang mendalam.
Bergerak ke pekan ketiga Juni, fokus beralih ke Forbis National Economic Summit & Expo 2026, yang berlangsung pada 20–22 Juni 2026. Forum ini menjadi wadah konsolidasi dan penguatan jaringan usaha alumni Gontor dari berbagai sektor, memfasilitasi pertukaran ide dan peluang bisnis. Pada tanggal yang hampir bersamaan, PMDG juga menggelar Sarasehan Kyai Pesantren Nasional. Forum ini mempertemukan pengasuh pesantren dari berbagai daerah untuk membahas peran pesantren dalam menjawab tantangan zaman.
Di tengah kegiatan ekonomi dan dakwah, masyarakat sekitar tidak ketinggalan. Pada 21 Juni 2026, Gontor Health Care hadir dengan layanan kesehatan dan edukasi medis bagi warga. Program ini menegaskan komitmen pesantren terhadap kesejahteraan sosial di sekitarnya.
Menjelang akhir Juni, PMDG menyiapkan Darussalam All Star Show (DASS) Gontor Putra pada 27 Juni 2026. Ajang ini, yang hanya digelar pada momentum khusus, menjadi panggung ekspresi seni santri dan guru. Drama, musik, tari, vokal, dan kreasi seni lainnya dipertunjukkan, menampilkan bakat dan kreativitas generasi muda pesantren.
Rangkaian peringatan berlanjut pada September. Festival Kaligrafi Nasional dijadwalkan berlangsung pada 7–10 September 2026. Acara ini diiringi peluncuran Museum Gontor serta Mushaf Gontor, memperkaya warisan budaya dan literatur pesantren. Puncak peringatan satu abad PMDG akan digelar pada 19 September 2026 melalui Resepsi Kesyukuran. Sehari setelahnya, pada 20 September 2026, ribuan alumni lintas generasi dijadwalkan kembali ke kampung halaman mereka di Gontor untuk mengikuti Reuni Akbar dan Dialog Tokoh Alumni.
Dengan rangkaian kegiatan yang beragam, PMDG menegaskan bahwa peringatan satu abad ini bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi atas perjalanan panjang pesantren dalam mencetak kader umat dan pemimpin bangsa. Acara-acara tersebut menyoroti nilai-nilai pendidikan, kebudayaan, dan sosial yang telah menjadi landasan kuat Gontor sejak 1926.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Krisis Air Madiun: Warga Cari Air ke Sawah untuk Mandikan Jenazah
Polres Tuban Resmi Naik Status Jadi Polresta
Skrining Jantung Bisa Cegah Risiko Akibat Begadang
2.000 KK di Pulau Pagerungan Kecil Segera Nikmati Listrik PLN
Mahasiswa UINSA Dobrak Pagar, Tuntut Rektor
Tahura R Soerjo Petakan Titik Rawan Kebakaran
Berita Terbaru
Inggris vs Argentina, Duel Penuh Sejarah di Semifinal Piala Dunia
Dua Wakil Indonesia Tumbang di Japan Open 2026
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026
Puan Peringatkan Alarm Sepi Murid SD Negeri
AHY: Kerja Sama MRO Hercules dengan AS Masih Pembicaraan
Menteri Keuangan Disorot soal Rp 400 Triliun SAL di Bank BUMN
Menteri: Koperasi Desa Jangan Kelola Tambang Sawit
