Surabaya Percepat Pencairan PKH Tahap II, Jadwal Kuartal
Gambar atau konten salah?
Surabaya, 01 Mei 2026 – Pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap II di kota ini sudah mulai berlangsung. Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan agar dana ini dapat diterima secara tepat sasaran dan lebih cepat, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama di kantor kelurahan.
Percepatan penyaluran ini berawal dari pemutakhiran data penerima. Pada tahun lalu, pencairan PKH di bulan Mei terasa sangat mepet. Untuk mengatasi hal tersebut, Kemensos mempercepat proses penyaluran dengan memperbarui sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) setiap tanggal 10 tiap bulannya.
“Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini diperbarui setiap tanggal 10 tiap bulannya,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Pembaruan ini memungkinkan data penerima tahap II selesai dirapikan sejak 10 April 2026, sehingga penyaluran dapat dimulai secara bertahap mulai pertengahan April dan berlanjut hingga 01 Mei 2026.
Jadwal pencairan PKH di Surabaya dibagi menjadi empat periode sepanjang tahun. Setiap periode mencakup tiga bulan, sehingga masyarakat dapat mengantisipasi kapan dana akan masuk ke rekening mereka. Berikut rincian jadwalnya:
- Tahap 1 (Triwulan I): 01 Januari 2026, 01 Februari 2026, 01 Maret 2026
- Tahap 2 (Triwulan II): 01 April 2026, 01 Mei 2026, 01 Juni 2026
- Tahap 3 (Triwulan III): 01 Juli 2026, 01 Agustus 2026, 01 September 2026
- Tahap 4 (Triwulan IV): 01 Oktober 2026, 01 November 2026, 01 Desember 2026
Besaran bantuan PKH tahap II berbeda bagi setiap kategori penerima. Nominalnya telah ditetapkan dan disalurkan setiap tiga bulan sekali. Berikut rincian nominalnya:
- Ibu hamil dan balita: Rp 750.000
- Lansia dan disabilitas: Rp 600.000
- Anak SMA: Rp 500.000
- Anak SMP: Rp 375.000
- Anak SD: Rp 225.000
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 2.700.000
Untuk memudahkan masyarakat memeriksa status pencairan, Kemensos menyediakan dua cara: lewat website dan aplikasi. Berikut langkah-langkahnya.
1. Melalui website Kemensos
Kunjungi https://cekbansos.kemensos.go.id/. Pilih wilayah domisili Anda sesuai KTP, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Masukkan nama lengkap sesuai KTP pada kolom “NAMA PM (Penerima Manfaat)”. Ketik ulang empat huruf kode captcha yang muncul di kotak verifikasi, lalu klik tombol “Cari Data”. Sistem akan menampilkan apakah Anda terdaftar dan status penyaluran.
2. Melalui aplikasi “Cek Bansos”
Download dan pasang aplikasi “Cek Bansos” dari Google Play Store atau App Store. Buka aplikasi, pilih “Buat Akun Baru” jika belum memiliki akun, lalu isi data diri lengkap. Setelah akun aktif, login menggunakan username dan password. Di halaman utama, pilih menu “Cek Bansos”. Masukkan data wilayah domisili sesuai KTP, ketik nama lengkap, lalu klik “Cari Data”. Tunggu beberapa saat hingga hasil pencarian muncul.
Setelah data muncul, Anda dapat melihat jenis bantuan, status penyaluran, dan apakah dana sudah masuk ke rekening. Berikut tanda-tanda bantuan sudah cair:
- SP2D: Surat perintah cair sudah keluar dari pemerintah.
- SI (Standing Instruction): Bank sedang memproses transfer. Biasanya memakan waktu 1‑3 hari kerja sampai saldo muncul di ATM.
Dengan memahami tanda-tanda tersebut, masyarakat dapat menghindari kebingungan saat memeriksa saldo. Pastikan data KTP dan KK sudah sesuai dengan Dukcapil agar proses penyaluran berjalan lancar. Jika mengalami kendala, warga dapat menghubungi pendamping PKH atau petugas sosial di wilayah masing-masing.
Percepatan pencairan PKH di Surabaya menunjukkan upaya pemerintah untuk memperbaiki distribusi bantuan sosial. Masyarakat diharapkan memanfaatkan fasilitas online ini agar dapat segera mengetahui status dana mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
