Surabaya Pindahkan Pedagang Maling di Jalan Wonokromo
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Surabaya memindahkan pedagang pasar maling atau pasar tumpah yang biasa berjualan di kawasan Jalan Stasiun Wonokromo ke tempat lain. Mereka rencananya dipindah ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan fasilitas tempat berjualan milik Pemkot lainnya.
Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan sekaligus mengembalikan fungsi jalan agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
"Jadi bu camat sudah mengkoordinasikan itu. Kalau enggak, jalan ini macet terus," jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (22 April 2026).
Penataan kawasan tersebut dilakukan seiring peninjauan langsung oleh Walkot Eri pada Selasa (21 April 2026). Peninjauan tersebut dilakukan bersama jajaran Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.
Dalam peninjauan tersebut, Eri juga mengecek rencana pengaspalan dan pelebaran jalan di sekitar lokasi Jalan Stasiun Wonokromo. Selain untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut, tindakan ini juga untuk mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya.
"Jalan ini akan kita aspal sehingga jalur di sini lebih lebar untuk mengurai kemacetan yang dari arah Jagir maupun dari arah Hotel Novotel. Karena kan biasanya bisa macet sampai di sana sampai ke arah traffic light ini," kata Wali Kota Eri.
Tak hanya melakukan pengaspalan jalan untuk mengurai kemacetan, Pemkot juga akan berkoordinasi dengan PT KAI terkait pengaturan lalu lintas dan jadwal keberangkatan kereta api yang melintas di Stasiun Wonokromo.
"Saya juga minta, koordinasi dengan Pak Suyoto, Kepala Stasiun Wonokromo untuk menghitung jam, berapa sih kereta yang lewat sini. Maka, satu menit sebelum kereta lewat sudah (dinyalakan) lampu merah, kalau sudah lampu merah, maka tidak ada lagi ekor (kendaraan yang melintas)," tambahnya.
Eri juga menyampaikan rencana koordinasi dengan PT KAI terkait punden di dekat Stasiun Wonokromo. Punden tersebut akan dibuatkan akses pintu dari luar pagar rel serta diberi pembatas demi keselamatan warga.
Meskipun demikian, ia tetap mengimbau warga untuk tetap wajib memarkirkan kendaraannya di area parkir Stasiun Wonokromo apabila ingin berziarah.
Eri berharap pengaspalan ini dapat mengembalikan fungsi Jalan Stasiun Wonokromo yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal. Ia menyebut, adanya pembatas trotoar membuat jalan tersebut kerap memicu kemacetan dan antrean panjang saat jam sibuk.
"Jadi kita tata, yang betul-betul memang jalan tapi tidak difungsikan sebagai jalan. Seperti di Kali Tebu itu, sampah semua, dan nggak sesuai fungsinya. Makanya, kita hilangkan tumpukan-tumpukan sampahnya," pungkasnya.
Penggerakan pedagang, perbaikan jalan, dan koordinasi dengan PT KAI menandai upaya pemkot Surabaya untuk mengatasi kemacetan di Jalan Stasiun Wonokromo. Dengan jalan yang lebih lebar dan teratur, harapannya lalu lintas menjadi lebih lancar dan aman bagi warga serta pengunjung stasiun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
