Surabaya Tegaskan Pengawasan Ketat Hewan Kurban 2026
Gambar atau konten salah?
Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya menegaskan langkah pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Langkah ini dimaksudkan untuk menanggulangi potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Koordinator Pelaksana Kurban Amanah RPH Surabaya 2026, Dwi Retno Palupi, menjelaskan bahwa pengawasan dimulai sejak tahap awal. Setiap hewan yang masuk ke area RPH harus dilengkapi Sertifikat Veteriner dari Dinas Peternakan daerah asal atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan yang dikeluarkan oleh DKPP setempat.
Dokumen ini diperiksa untuk memastikan bahwa hewan berasal dari wilayah yang aman dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah itu, RPH Surabaya menerapkan prosedur biosecurity dan biosafety yang ketat di area penampungan. Disinfektan disemprot secara rutin untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.
Selain itu, dilakukan pemeriksaan ante mortem maksimal 24 jam sebelum hewan disembelih. Setelah proses pemotongan, pemeriksaan post mortem juga dilaksanakan. Jika ditemukan indikasi gejala PMK, seperti hipersalivasi, hewan akan segera menjalani pemeriksaan lanjutan oleh dokter hewan di lokasi.
Langkah cepat ini bertujuan mencegah potensi penularan ke hewan lain. Menurut Dwi Retno Palupi, kondisi PMK menjelang Idul Adha tahun ini relatif landai berkat upaya vaksinasi yang terus dilakukan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
"PMK saat ini landai sebab Dinas Peternakan Jatim sangat concern dalam pencegahan PMK," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sejak awal April, Dinas Peternakan telah mendistribusikan vaksin PMK tahap 2 sebanyak 500 ribu dosis ke berbagai daerah di Jawa Timur.
Program vaksinasi yang berlangsung secara berkelanjutan, termasuk distribusi dalam beberapa tahap, dianggap sebagai strategi utama dalam menjaga kekebalan ternak sekaligus menekan penyebaran PMK, khususnya menjelang Idul Adha.
Dengan kombinasi pemeriksaan dini, biosecurity yang ketat, dan program vaksinasi berkelanjutan, RPH Surabaya berupaya menjaga kesehatan hewan kurban dan mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku selama perayaan Idul Adha 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
