Surabaya Turunkan 80% Kenakalan Remaja lewat Jam Malam Anak
Gambar atau konten salah?
Surabaya mencatat penurunan 80% kasus kenakalan remaja dalam setahun terakhir. Pemerintah Kota (Pemkot) mengaitkan penurunan ini dengan kebijakan jam malam anak dan pembinaan intensif lewat Rumah Perubahan.
DP3APPKB Surabaya, bersama sektor lain, bekerja sama menertibkan remaja “nakal”. Sejak 2024, angka kenakalan di kota ini tidak lagi naik. Kepala DP3APPKB, Ida Widayati, menegaskan bahwa jam malam anak menjadi langkah efektif menekan perilaku menyimpang. Kebijakan ini membatasi aktivitas anak di luar rumah pada jam rawan, sehingga potensi keterlibatan mereka dalam aksi berbahaya berkurang.
“Dari yang awalnya banyak anak yang terlibat tawuran ataupun gangster, balap sepeda liar, hingga penyalahgunaan miras, saat ini sudah turun cukup signifikan,” ucap Ida, Rabu 06 Mei 2026.
Selain mencegah aksi kenakalan, Pemkot Surabaya memberikan pembinaan bagi remaja yang terjaring Satpol PP melalui Rumah Perubahan. Di tempat ini, anak‑anak mendapat:
- Disiplin dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas
- Pendampingan psikologis dari psikolog
- Pembinaan rohani dari Kementerian Agama
- Konseleting penyalahgunaan miras dan zat berbahaya bersama BNN
Rutinitas harian di Rumah Perubahan dimulai dengan bangun pagi, olahraga, dan mengikuti materi pembinaan sesuai jadwal. Peserta muslim juga dibiasakan berpuasa setiap Senin dan Kamis. Semua kegiatan dirancang untuk menumbuhkan kedisiplinan, kesadaran diri, dan rasa tanggung jawab.
Untuk menjaga tren penurunan tetap konsisten, Pemkot Surabaya akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Program pembinaan yang terbukti efektif akan dilanjutkan, sementara sosialisasi kepada masyarakat digencarkan. Fokusnya adalah pola pengasuhan anak dan penciptaan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja. Kegiatan seperti SOTH, Kemangi, Dinamika Remaja, Puspaga Goes to School, dan Puspaga Balai RW menjadi bagian dari upaya tersebut.
Dengan kombinasi kebijakan jam malam, pembinaan terstruktur, dan dukungan komunitas, Surabaya menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kesejahteraan generasi muda. Penurunan angka kenakalan remaja menjadi indikator awal bahwa pendekatan holistik dapat memengaruhi perilaku anak secara positif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
