Surabaya Vaganza 2026: Parkir Padat, Keramaian Lelah
Gambar atau konten salah?
Surabaya Vaganza 2026 berlangsung pada hari Sabtu, 16 May 2026, di pusat kota Surabaya. Parade visual ini memulai jalur di Jalan Pahlawan, melewati Jalan Tembaan, Gemblongan, Siola, Jalan Tunjungan, depan Hotel Majapahit, Gedung Grahadi, Taman Apsari, Balai Pemuda, Jalan Panglima Sudirman, dan berakhir di Monumen Bambu Runcing.
Para petugas gabungan Satpol PP, Polrestabes Surabaya, dan Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan barikade kanan‑kiri sejak pukul 16.00 WIB di Jalan Johar. Namun saat parade dimulai sekitar pukul 18.00 WIB, arus kendaraan menuju pusat kota langsung meningkat tajam. Kantong parkir resmi yang disediakan panitia pun penuh dalam waktu singkat.
“Full, Mbak. Coba ke arah Blauran, Polrestabes, atau Embong Malang,” ujar salah satu petugas di sekitar kawasan Siola. Petugas menegaskan bahwa semua tempat parkir resmi sudah terisi, termasuk area dalam ruangan seperti Tunjungan Plaza (TP) yang biasanya cukup luas.
“Tadi sudah keliling‑keliling, Mbak. Tapi ternyata parkir resmi yang disediakan penuh semua, bahkan di dalam TP juga penuh. Jadinya terpaksa parkir seadanya di pinggir jalan yang kosong, langsung sikat saja daripada terjebak macet terus,” keluh salah satu pengunjung, Sony (28). Sony menambahkan bahwa ia harus memarkir di bahu jalan karena tidak ada tempat lain.
Di area trotoar, situasi tidak kalah semrawut. Sebagian warga memilih menunggu di kafe‑kafe sepanjang Jalan Tunjungan sejak siang hari, lalu berhamburan keluar saat musik parade mulai terdengar. “Saya sih sudah nge‑tem tempat dari siang menuju sore tadi biar dapat antrean paling depan. Ternyata banyak yang berpikir serupa, ujungnya tetap ramai dan padat juga,” kata Lisha (19).
Memasuki pukul 19.15 WIB, atmosfer di koridor Tunjungan semakin sesak. Meskipun barikade jalan sudah terkunci rapat, arus manusia di trotoar justru saling berbenturan karena banyak warga yang nekat berjalan melawan arah untuk mencari celah pandang. Aksi saling serobot di tengah kerumunan ini sempat memicu ketidaknyamanan.
Beberapa wisatawan asing (turis) yang terjebak di tengah lautan manusia bahkan kedapatan berulang kali mengumpat dengan bahasa mereka karena kesal akibat kondisi jalanan yang tidak tertib dan saling berdesakan. Sekitar pukul 19.38 WIB, barisan parade mulai meramaikan kawasan Tunjungan secara berkala. Hingga pukul 20.27 WIB, arus parade terpantau berjalan bergantian dengan jeda waktu antar kontingen yang cukup lama.
Meski banyak keluhan terkait sengkarut parkir dan aksi saling sikut di trotoar, antusiasme mayoritas warga Surabaya tetap membuncah. Sebagian penonton yang membawa anak kecil memilih pulang lebih awal demi menghindari puncak kemacetan saat bubaran, namun mayoritas massa memilih bertahan di lokasi hingga seluruh rangkaian acara selesai.
Peristiwa ini menyoroti tantangan logistik kota Surabaya saat menyelenggarakan acara besar. Kendaraan dan pejalan kaki bersaing di ruang terbatas, sementara petugas berusaha menata arus. Meskipun demikian, semangat warga tetap tinggi, menandakan bahwa acara visual tahunan ini masih menjadi sorotan positif bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pelajar SMP Berduaan di Toilet, Digiring ke Polsek
Sidak Subandi ke Proyek Bluru Kidul, Anggaran Dialihkan
Hanya Dua Siswa Baru, Guru Patungan Demi Sekolah Tetap Buka
Tarif Listrik Juli 2026 Dipastikan Tidak Naik
Satgas Khusus Awasi MPLS Jatim Tahun Ajaran 2026/2027
5 Cara Cek Arah Kiblat via HP Tanpa Ribet
Berita Terbaru
Pekerja Cianjur Pulang Setelah 14 Bulan Terkatung di Libya
Polisi Tilang Pria Nekat Selfie di Tol Semarang-Solo
Plt Bupati Sukoharjo Ditunjuk Usai OTT KPK
Siswi SMKN Klaten Hilang Sejak 11 Juli, Pamit Makan Bersama Teman
Pelajar SMP Berduaan di Toilet, Digiring ke Polsek
BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Rp35,8 Miliar
Rekor Panas Barcelona: 40,5°C, Terpanas Seabad
Messi 39 Tahun Akui Kelelahan Usai Lalui Dua Extra Time
Jupe Pensiun, Langsung Jadi Asisten Pelatih Persib
UBTech Rilis Robot Humanoid U1, Teman AI untuk Lawan Kesepian
