Surabaya: WFH Hari Lebaran 2026, Hemat BBM 20% 5 hari kerja
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia menyiapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) satu hari per minggu setelah 20 November 2026 untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak di tengah ketidakpastian harga minyak dunia.
Inisiatif ini muncul sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya penghematan energi, khususnya karena konflik Timur Tengah memengaruhi pasokan minyak global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pemerintah membuka opsi fleksibilitas kerja dengan skema WFH satu hari dalam lima hari kerja. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan memanfaatkan waktu kerja untuk mengurangi mobilitas harian, sehingga konsumsi BBM diperkirakan turun sekitar 20 %.
Rencana ini tidak hanya ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah. Airlangga menyatakan bahwa konsep dan teknis pelaksanaan masih dalam tahap perancangan sebelum diumumkan secara resmi.
Penerapan kebijakan WFH ini akan disesuaikan dengan perkembangan situasi global, terutama kondisi geopolitik dan harga minyak dunia. Pemerintah bersiap menindaklanjuti situasi tersebut untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Ringkasan: Pemerintah Indonesia berencana menerapkan kerja dari rumah satu hari per minggu setelah 20 November 2026 sebagai upaya penghematan BBM. Kebijakan ini didukung arahan Presiden dan akan melibatkan ASN, swasta, serta pemerintah daerah. Tujuan utamanya adalah menurunkan konsumsi BBM sebesar 20 % dengan menyesuaikan implementasinya terhadap kondisi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
