Syahmudrian Lubis Jadi Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol
Gambar atau konten salah?
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengumumkan bahwa Syahmudrian Lubis kini menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) menggantikan Winarto. Keputusan ini diambil setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 14 April 2026.
Syahmudrian sebelumnya sudah dikenal sebagai Direktur Komersial Pembangunan Jaya Ancol sejak 19 September 2025, hasil RUPSLB. Selain itu, ia juga pernah menempati posisi CEO di entitas usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), yaitu PT Aero Systems Indonesia.
Dalam konferensi pers di Gedung Putri Duyung Ancol, Jakarta, ia menyatakan, “Kebetulan saya sebelum di-assign menjadi direktur utama pembangunan jaya Ancol ini saya juga sudah meng-handle direktur komersial. Dan Alhamdulillah dengan menerima amanat ini, sekaligus saya juga harus sadar, banyak PR-PR yang harus dilakukan, harapan-harapan oleh Pak Gubernur dan juga harapan-harapan yang diminta komisaris di sini untuk segera memberikan speed terhadap Ancol.”
Winarto mengundurkan diri satu hari sebelum RUPS Tahunan. Surat pengunduran diri disampaikan pada 13 April 2026. Meskipun demikian, perseroan menegaskan tidak ada dampak terhadap kegiatan operasional akibat mundurnya Winarto.
Winarto telah menjabat sebagai Direktur Utama sejak 18 August 2022, berdasarkan keputusan RUPS Tahunan Ancol. Perubahan kepemimpinan ini menandai fase baru bagi PJAA, di mana fokus akan dialihkan pada pelaksanaan program yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja Ancol.
Dengan pergantian Dirut, PJAA menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas operasional dan memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan komisaris.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
