Syaifuddin Zuhri Dilantik Ketua DPRD Surabaya pada 6 Mei 2026
Gambar atau konten salah?
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya pada 06 Mei 2026, menggantikan mendiang Adi Sutarwijono yang meninggal pada 10 Februari. Pelantikan ini menandai awal kepemimpinan baru di lembaga legislatif kota yang dikenal sebagai Kota Pahlawan.
Setelah menempuh sumpah jabatan, Syaifuddin mengungkapkan beberapa hal yang akan menjadi fokus kerja di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa tugasnya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga membawa beban tanggung jawab yang lebih besar.
Dalam pernyataannya, ia menyatakan perasaan campur aduk: "Bahagia, bercampur, harus mampu untuk memahami saya yang dulu dengan sekarang. Beban kerja semakin banyak. Intinya saya harus bisa juga melanjutkan apa yang pernah dilakukan almarhum Pak Adi Sutarwijono dalam kerja-kerja kerakyatan," ujarnya kepada wartawan setelah pelantikan.
Hal pertama yang akan segera diambil oleh Ketua DPRD adalah koordinasi dengan 50 wakil rakyat di Surabaya. Ia menekankan pentingnya kesatuan di antara anggota yang berasal dari latar belakang partai yang berbeda.
“Dari beda partai, tetapi satu tujuan. Yaitu kita berharap satu tujuan untuk kepentingan-kepentingan rakyat. Itu yang paling penting,” ujarnya, menegaskan bahwa visi bersama harus menjadi landasan utama.
Selain itu, Syaifuddin berjanji akan terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kota. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut akan diarahkan pada kepentingan dan keberpihakan terhadap warga kota.
“Kami akan terus lakukan kerja sama dengan pemerintah kota, mensinergikan dengan pemerintah kota untuk mewujudkan Pemerintahan Kota Surabaya lebih baik, lebih kondusif, dan lebih berpihak kepada kepentingan-kepentingan rakyat,” jelasnya.
Di luar lingkup DPRD, ia juga akan melakukan silaturahmi dengan berbagai elemen di Surabaya, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh LSM, dan masyarakat umum. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan saran dan pendapat yang dapat memperkaya diskusi tentang kota.
“Maka kami butuh juga saran dan pendapat agar supaya bicara tentang Surabaya menjadi komprehensif. Membaca Surabaya menjadi komprehensif manakala kita mampu untuk bekerja sama dan mendengar banyak-banyak pihak,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Syaifuddin berharap dapat memajukan pemerintahan kota melalui sinergi internal dan eksternal, serta menjaga kepentingan rakyat sebagai pusat perhatian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi