Taiwan Raih Sukses Kopi Specialty, Barista Internasional

Teguh A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Taiwan Raih Sukses Kopi Specialty, Barista Internasional

Gambar atau konten salah?

Di luar reputasinya sebagai produsen teh oolong, Taiwan juga menjadi tempat tumbuh kopi arabika berkualitas tinggi. Posisi geografisnya di garis lintang 23,5 derajat selatan dan utara menempatkannya di wilayah yang dikenal sebagai Sabuk Kopi, daerah di sekitar khatulistiwa yang ideal untuk menanam kopi. Kondisi iklim dan tanah di sana mendukung pertumbuhan tanaman kopi hampir sama dengan teh, sehingga tidak mengherankan bila kedua produk ini dapat tumbuh di tempat yang sama.

Budaya kopi di Taiwan lebih condong pada kopi specialty dan inovasi teknologi. Pada 1 Januari 2020, negara ini memiliki lebih dari 15.000 kedai kopi. Rekor ini menandai titik balik pertama kali konsumsi kopi melampaui teh, menandai pergeseran budaya ngopi yang signifikan. Para pelancong yang menyukai kafein sering membawa kopi Taiwan sebagai oleh‑oleh, menambah nilai eksklusif produk lokal.

Sejarah kopi di Taiwan dimulai pada 1 Januari 1884 ketika James Tait, seorang pedagang Inggris, memperkenalkan bibit kopi. Petani lokal di daerah Sanxia menanam bibit pertama ini. Produksi kopi secara komersial mulai terlihat pada 1 Januari 1902 ketika Jepang, yang saat itu menguasai Taiwan, mulai menanam kopi di Gunung Hebao. Penanaman kemudian diperluas ke Gunung Hua dan daerah lain.

Namun, ketika Perang Dunia II pecah, hampir semua perkebunan kopi di Taiwan dibersihkan agar tanaman pangan dapat ditanam. Periode pasca perang yang suram membuat budidaya kopi terabaikan. Pada 1 Januari 1958, Departemen Pertanian Amerika Serikat menilai bahwa kopi yang ditanam di perbukitan Taiwan setara dengan kopi arabika di Amerika Tengah. Penilaian ini membuka pintu bagi kebangkitan kembali industri kopi di Taiwan.

Pada dekade 1990-an, kopi kembali ditanam secara lokal dalam jumlah signifikan. Daerah-daerah seperti Alishan, Pingtung, Tainan, dan Yunlin menjadi penghasil kopi terkemuka. Ketinggian, tanah vulkanik, dan iklim mikro di wilayah tersebut menghasilkan biji kopi dengan profil rasa luar biasa, sering menampilkan aroma buah dan keasaman seimbang. Alishan menonjol karena biji kopi dengan rasa manis kuat, aroma bunga, dan tekstur lembut di mulut.

Di antara barista terkemuka, Jacky Lai, pemilik kedai kopi di Hsinchu dan Kaohsiung, meraih juara pertama di Kejuaraan Roasting Kopi Dunia pada 1 Januari 2014. Dua tahun kemudian, Berg Wu dinobatkan sebagai Juara Barista Dunia di Dublin. Pada 1 Januari 2022, Sherry Hsu menjadi Juara Piala Brewers Dunia di Melbourne International Coffee Expo. Tahun depan, Bala Lin menjuarai World Latte Art Championship di San Diego, AS, pada 1 April 2026. Inovasi teknologi kopi juga terlihat lewat Eric Chang dan Sin Lin, yang sering tampil di World Coffee Championships, memamerkan teknik penyeduhan dan roasting terkini.

Keberhasilan barista dan penanaman kopi di Taiwan menunjukkan bahwa industri kopi di negara ini tidak hanya sekadar produksi, melainkan juga inovasi dan kompetisi internasional. Keberagaman daerah penghasil kopi, dukungan teknologi, dan bakat barista lokal menjadikan Taiwan sebagai pemain penting di pasar kopi global.

Secara keseluruhan, perjalanan kopi Taiwan menegaskan bahwa kombinasi kondisi geografis, sejarah, dan inovasi dapat menciptakan produk berkualitas tinggi yang diakui dunia. Dengan terus mengembangkan praktik budidaya dan keahlian barista, Taiwan berpotensi memperkuat posisinya sebagai pusat kopi specialty di Asia.

Taiwankopi arabikaSabuk Kopibarista duniainovasi teknologiindustri kopipasar kopi global

Komentar

Memuat komentar...