Takbiran Idul Fitri: Cara Lantun dan Makna Zikir Indonesia
Gambar atau konten salah?
1 Syawal 1447 H (03 Juni 2026) menandai akhir bulan suci Ramadan. Pada malam ini, umat Islam di seluruh dunia akan mengumandangkan takbir, seruan “Allahu Akbar” yang menggema di masjid, musala, dan di jalanan.
Takbir bukan sekadar ungkapan kegembiraan. Menurut ajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI), ia merupakan bentuk zikir dan rasa syukur atas penyelesaian puasa sebulan penuh.
Berikut teks takbir yang umum dipakai, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.
-
Versi Pendek
Arabic: اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.
Terjemahan: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya.
-
Versi Panjang
Arabic: اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ ، صَدَقَ وَعْدَهُ ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Allaahu akbar kabiira, wal-hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyyahu, mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiruun. Laa ilaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu, wallaahu akbar.
Terjemahan: Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan banyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafik, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan keesaan-Nya, Dia Dzat yang menepati janji, Dzat yang menolong hamba-Nya dan memuliakan bala tentara-Nya dan menyiksa musuh dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.
Takbir dimulai saat matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan (Maghrib) dan berlangsung hingga sebelum salat Idul Fitri pagi berikutnya.
Dengan lantunan takbir ini, umat Indonesia dapat merayakan kemenangan dan memperkuat rasa syukur kepada Allah SWT.
Ringkasan: Pada 1 Syawal 1447 H (03 Juni 2026), umat Islam akan mengumandangkan takbir sebagai ungkapan syukur atas berakhirnya Ramadan. Takbir biasanya dibaca dalam versi pendek dan panjang, memulai dari Maghrib hingga sebelum salat Idul Fitri pagi. Teks takbir berisi pujian kepada Allah dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahan. Tindakan ini menjadi tradisi penting dalam perayaan Idul Fitri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
