Talaud Pakai Uang Kertas, Bisa Bayar Digital Tanpa Koin
Gambar atau konten salah?
Kepulauan Talaud terletak di ujung utara Indonesia, di mana pulau-pulau besar dan kecil menempati wilayah yang luas. Pulau paling utara, Miangas, berada hanya sekitar 126 kilometer dari Kota Davao di Filipina.
Keunikan utama di sini adalah ketidaktertarikan masyarakat terhadap uang logam rupiah. Banyak warga Talaud tidak memiliki koin dan lebih memilih bertransaksi dengan uang kertas saja. Mereka biasanya menggunakan pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, dan Rp100.000.
Alasan di balik kebiasaan ini cukup sederhana. Karena kepulauan ini sangat terpencil dari Manado, harga barang kebutuhan pokok cenderung lebih tinggi. Sejak lama, Talaud dikenal sebagai penghasil pala dengan nilai jual tinggi, sehingga ekonomi lokal lebih mengandalkan transaksi berukuran besar.
Contohnya, bila harga satu barang adalah Rp2.500, warga biasanya membeli dua barang sekaligus sehingga totalnya Rp5.000, yang dapat dibayar dengan satu lembar uang kertas. Kebiasaan ini telah berlangsung sejak dulu hingga kini.
Perubahan signifikan terjadi ketika jaringan internet mulai menjangkau pulau-pulau kecil. Baik lewat tower maupun layanan Starlink, akses internet kini tersedia di seluruh kepulauan. Meskipun masih tidak terbiasa menggunakan koin, warga Talaud sudah sangat familiar dengan pembayaran digital.
Di rumah makan, pusat perbelanjaan, maupun pedagang kaki lima di pinggir Pantai Melonguane, pembayaran dapat dilakukan lewat mobile banking atau metode uang digital lainnya. Misalnya, seporsi mie goreng dengan telur berharga Rp7.500 dapat dibayar langsung melalui aplikasi, tanpa harus membeli dua porsi seharga Rp15.000.
Dengan demikian, pelancong yang berkunjung ke Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara disarankan membawa uang kertas saja. Meskipun jarak jauh, kemajuan teknologi telah membuka peluang pembayaran yang lebih fleksibel bagi penduduk setempat.
Keunikan ini mencerminkan adaptasi masyarakat Talaud terhadap kondisi geografis dan ekonomi lokal. Mereka tetap menjaga tradisi pembayaran kertas sambil memanfaatkan kemajuan digital untuk memudahkan transaksi sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin