Tanggul Lapindo Tinggi 1,5 m, PPLS Cegah Risiko Meluber ke Rel
Gambar atau konten salah?
Tanggul penahan lumpur Lapindo di Titik 71 Desa Ketapang Keres, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yang berdekatan dengan Tol Buntung, diduga hampir meluber. Pihak PPLS menanggapi dengan menaikkan tanggul sekitar 1 hingga 1,5 meter.
Di lokasi, permukaan air di kolam penampungan hampir sejajar dengan bibir tanggul lama. Dua unit ekskavator terlihat di area tanggul, namun saat dipantau tidak sedang beroperasi.
Menurut Sastro (58), peninggian tanggul dilakukan setelah air di kolam terus naik dalam satu minggu terakhir. “Kurang lebih satu minggu kemarin airnya sudah hampir meluber. Akhirnya dilakukan peninggian tanggul oleh PPLS,” ujar Sastro.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya ketinggian tanggul berada di kisaran 12 hingga 15 meter. Curah hujan yang tinggi dan volume semburan lumpur yang meningkat membuat debit air terus bertambah.
“Karena sering hujan dan volume semburan juga meningkat, air di kolam penampungan semakin naik,” tambahnya.
Jika tidak segera ditinggikan, air berpotensi meluber ke jalur rel kereta api dan jalan raya di sekitar lokasi. “Kalau tidak segera ditinggikan kemungkinan bisa meluber ke rel kereta api. Itu tentu membahayakan jalur kereta maupun jalan raya di dekat sini,” tegas Sastro.
Setelah pengerjaan, tanggul baru tampak masih baru selesai. Permukaan air terlihat sejajar dengan bibir tanggul lama, sementara tambahan di bagian atas lebih tinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter dari sebelumnya.
Situasi ini menyoroti pentingnya pemantauan berkelanjutan di area rawan lumpur. Peninggian tanggul menjadi langkah preventif yang cepat, namun tetap menunggu hasil jangka panjang untuk mengurangi risiko kebocoran ke infrastruktur penting.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
