Teddy Indra Dukung Aljabar Nur, Calon Siswa Sekolah Rakyat

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Teddy Indra Dukung Aljabar Nur, Calon Siswa Sekolah Rakyat

Gambar atau konten salah?

Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, mengunjungi Sekolah Rakyat di Pejompongan, Jakarta Pusat pada 22 April 2026. Di sana, seorang calon siswa bernama Aljabar Nur menangis di pelukan Teddy. Aljabar belum pernah menempuh pendidikan formal, sehingga ia merasa tidak dapat merasakan pengalaman belajar seperti teman sebayanya.

Aljabar diminta berdiri di depan dan menceritakan latar belakang pendidikan. Ia terdiam, lalu air mata mengalir. Dengan suara gemetar, ia mengutarakan: “Perkenalkan nama saya Aljabar, dipanggil Al. Saya asli Jakarta Timur. Saya..,”

Teddy langsung menenangkan Aljabar. Ia memeluk anak itu dan berkata, “Nggak apa-apa, jangan nangis. Di sini tidak boleh sedih lagi ya.”

Setelah menenangkan, Teddy menjamin bahwa Aljabar dapat bersekolah. Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk memberi kesempatan kepada siswa yang kehilangan akses pendidikan. “Di sini nanti adik-adik semua belajar yang baik, diberi penginapan yang baik, diberi gizi yang baik. Insyaallah bisa membanggakan keluarga,” tutur Teddy.

Aljabar, yang merupakan putra ke‑5 dari enam bersaudara, juga seorang anak yatim. Ibunya bekerja sebagai buruh harian. Karena keterbatasan ekonomi, Aljabar tidak pernah mengunjungi sekolah, namun ia mampu membaca berkat belajar otodidak.

Setelah suasana tenang, Aljabar menceritakan cita‑cita menjadi polisi. Ia menegaskan tekadnya untuk maju dan tidak malu berbicara. Hadirin, termasuk calon siswa lain, menyemangati Aljabar dengan tepuk tangan. “Saya tangkap di sini semuanya berani. Berani maju, berani bicara, tidak malu. Ini modal penting untuk masa depan,” kata Teddy.

Peristiwa ini menimbulkan rasa haru dan simpati di antara para hadirin. Momen tersebut menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi kesulitan ekonomi, serta peran lembaga seperti Sekolah Rakyat dalam membuka pintu kesempatan bagi generasi muda.

Teddy Indra WijayaSekolah RakyatAljabar Nurakses pendidikananak yatimJakarta Timur

Komentar

Memuat komentar...