Telkom Jalankan Transformasi TLKM 30 Hingga 2030

Ani R. · 4 min baca · 3 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Telkom Jalankan Transformasi TLKM 30 Hingga 2030

Gambar atau konten salah?

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus melaksanakan program transformasi perusahaan bernama Transformasi TLKM 30. Program ini adalah reformasi menyeluruh yang dirancang untuk memperkuat dasar bisnis dan meningkatkan kemampuan bersaing Telkom di era digital.

Transformasi TLKM 30 mencakup beberapa area utama. Ini meliputi penataan ulang portofolio bisnis, penguatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), restrukturisasi serta penyederhanaan anak usaha, dan pembentukan struktur strategic holding. Tujuannya adalah mendorong efisiensi operasional dan membuka nilai dari berbagai aset yang dimiliki TelkomGroup.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa tahun 2026 menjadi titik penting pembuktian implementasi strategi ini. Hal ini disampaikan dalam acara TelkomGroup Business Update di Jakarta pada Selasa (10/03/2026).

Menurut Dian, TLKM 30 bertujuan membuka nilai bisnis yang lebih besar dari seluruh potensi Telkom. Selain itu, transformasi ini diharapkan memperkuat kontribusi perusahaan kepada negara dan pemegang saham melalui peningkatan nilai dan dividen. "Dengan dukungan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, transformasi ini kami dorong untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian dan masyarakat melalui layanan konektivitas digital yang semakin merata dan berkualitas," ujar Dian.

Acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran direksi lain: Direktur Legal & Compliance Telkom Andy Kelana, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi, serta Direktur Human Capital Management Willy Saelan.

Dian menjelaskan bahwa TLKM 30 adalah strategi jangka menengah yang ditargetkan hingga tahun 2030. Melalui strategi ini, Telkom berupaya meningkatkan kinerja dan memperkuat posisinya sebagai pendukung ekosistem digital yang mampu bersaing di tingkat global.

Inisiatif transformasi ini melibatkan penataan portofolio bisnis yang lebih terarah. Praktik tata kelola perusahaan juga diperkuat agar setiap lini bisnis dapat berkembang optimal dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan pemangku kepentingan.

Transformasi TLKM 30 sejalan dengan agenda perbaikan tata kelola BUMN yang menekankan transparansi, kehati-hatian, dan disiplin dalam pengelolaan aset perusahaan. Upaya ini mencakup peningkatan kualitas aset, praktik pengeluaran yang akuntabel, dan penyelarasan pencatatan keuangan agar laporan perusahaan lebih akurat.

Implementasinya juga fokus pada peningkatan efisiensi operasional melalui penguatan disiplin organisasi, perbaikan proses bisnis, dan pengelolaan alokasi modal yang lebih efisien. Perubahan budaya perusahaan yang mengutamakan kolaborasi, tanggung jawab, dan fokus pada kinerja juga mendukung transformasi ini.

Langkah-langkah ini diharapkan mempercepat efisiensi pengelolaan sumber daya, membuat fundamental bisnis Telkom lebih kokoh, terutama dalam menghadapi ketidakpastian global dan kebutuhan kemandirian infrastruktur digital.

Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange (NYSE), Telkom memastikan kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia dan Amerika Serikat.

Beberapa kemajuan transformasi sudah terlihat sejak TLKM 30 dimulai pertengahan tahun lalu. Salah satunya adalah pembentukan entitas FiberCo. Ini dilakukan melalui pemisahan sebagian bisnis dan aset konektivitas fiber wholesale ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau InfraNexia.

Langkah ini adalah tahap awal untuk membuka nilai bisnis infrastruktur digital TelkomGroup. InfraNexia akan fokus mengembangkan bisnis fiber, meningkatkan efisiensi operasional dan investasi, serta membuka peluang berbagi jaringan (network sharing) dan kemitraan strategis. Entitas ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi TelkomGroup.

Selain FiberCo, Telkom juga menyiapkan langkah strategis untuk aset infrastruktur lain, seperti bisnis pusat data (data center) melalui NeutraDC dan bisnis menara melalui Mitratel.

Bagian lain dari transformasi adalah penyederhanaan portofolio entitas usaha di TelkomGroup. Perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan fokus pada bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital. Tujuannya adalah menciptakan struktur organisasi yang lebih efisien.

Contoh awal dari upaya penyederhanaan ini adalah penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (CSPA) oleh PT Multimedia Nusantara (TelkomMetra) untuk divestasi penuh atas PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta anak usahanya, TelkoMedika. Perusahaan yang akan didivestasi ini bergerak di bidang administrator pihak ketiga sektor kesehatan, dan langkah ini merupakan bagian dari penataan bisnis non-inti.

Pada saat yang sama, Telkom memperkuat perannya sebagai strategic holding. Dalam model ini, Telkom berfokus pada penciptaan nilai dan pengawasan tata kelola. Sementara itu, operasional bisnis harian dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi penggerak utama di setiap lini usaha.

Dian menambahkan bahwa TelkomGroup akan memperkuat struktur dengan operating company yang berfokus pada empat pilar utama sebagai mesin pertumbuhan: B2C, B2B ICT, Infrastruktur Digital, dan Bisnis Internasional. Struktur ini diharapkan memberikan fokus yang lebih tajam dan kemampuan bergerak lebih cepat dalam mengoptimalkan potensi ekosistem digital di Indonesia.

Ringkasan Informasi:

  • Telkom menjalankan Transformasi TLKM 30 hingga 2030 untuk memperkuat fundamental bisnis dan daya saing di era digital.
  • Transformasi meliputi penataan portofolio, penguatan GCG, restrukturisasi anak usaha, dan pembentukan strategic holding.
  • Progres awal terlihat dari pembentukan FiberCo (InfraNexia) melalui pemisahan aset fiber wholesale.
  • Telkom juga melakukan divestasi bisnis non-inti, seperti penjualan AdMedika oleh TelkomMetra.
  • Struktur baru akan fokus pada empat pilar pertumbuhan utama melalui operating company: B2C, B2B ICT, Infrastruktur Digital, dan Bisnis Internasional.
Transformasi TLKM 30Telkom IndonesiaPenataan Portofolio BisnisGood Corporate GovernanceRestrukturisasi Anak UsahaStrategic HoldingOperational ExcellenceEkosistem Digital

Komentar

Memuat komentar...