Teras Udayana Kosong: Kota Mataram Rencana Revitalisasi
Gambar atau konten salah?
Di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram, banyak lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kini tampak kosong dan tidak terawat. Bangunan yang dibangun dengan anggaran Rp 1,6 miliar sudah lama tidak beroperasi.
Menurut pengamatan di lapangan, belasan lapak berukuran 4 × 4 meter terlihat tidak berpenghuni. Beberapa di antaranya kotor dan mulai rusak karena tidak pernah digunakan oleh penjual maupun pembeli.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Irwan Harimansyah, mengonfirmasi bahwa lapak‑lapak tersebut belum dimanfaatkan. Ia menjelaskan, “Dulu sempat dibuka secara seremonial, tapi sekarang sepi. Sedang kami tata ulang masalah ini,” pada konfirmasi Selasa, 19 Mei 2024.
Irwan menambahkan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram sedang menata ulang kawasan itu. “Kami belum tarik retribusi karena sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Untuk memulihkan aktivitas, Irwan sudah memanggil sejumlah pedagang yang sempat menempati lapak UMKM di Teras Udayana pada saat fasilitas tersebut diresmikan. Pemanggilan ini diharapkan dapat memberi solusi agar area tersebut bisa kembali aktif.
Ia juga menyatakan, “Kami juga akan berkoordinasi dan duduk bersama dengan Dinas Pariwisata, Dishub, dan DLH juga.” Koordinasi ini bertujuan menyusun langkah konkret bersama lembaga terkait.
Irwan belum mengetahui alasan pasti mengapa para pelaku UMKM tidak lagi menggunakan fasilitas tersebut. Namun ia menyebut bahwa pedagang UMKM menginginkan lebih banyak event di Teras Udayana untuk menarik pembeli. “Kami kasih waktu tiga bulan untuk berembuk. Mereka minta untuk ada event‑event (agar di sana ramai). Untuk event nanti kita akan kerja sama dengan Dispar,” pungkasnya.
Dengan rencana tiga bulan dan kerja sama lintas dinas, diharapkan lapak‑lapak di Teras Udayana dapat kembali hidup. Kondisi ini menandakan perlunya dukungan berkelanjutan agar fasilitas yang telah dikeluarkan biaya tetap memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
