Thailand Percepat Pembangunan 118 Pemandian Air Panas
Gambar atau konten salah?
Thailand sedang mempercepat pembangunan pemandian air panas alami sebagai tujuan wisata kesehatan. Negara ini menyiapkan 118 titik sumber air panas, tersebar dari utara hingga selatan. Jumlah ini dianggap sebagai daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Kementerian Kesehatan Thailand, melalui Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif, menyatakan bahwa air panas tersebut tidak hanya menawarkan relaksasi, tetapi juga mengandung mineral yang dapat mendukung terapi kesehatan.
Jenis-jenis sumber air panas beragam: sulfur, saline, dan natrium bikarbonat. Manfaatnya meliputi membantu sirkulasi darah, meredakan nyeri, dan menyehatkan kulit. Beberapa penelitian juga menunjukkan dampak positif berendam di air panas.
Contohnya, pasien osteoartritis lutut yang berendam pada suhu 37‑39 derajat Celsius melaporkan penurunan nyeri dan peningkatan fungsi sendi. Peningkatan juga terlihat pada penderita penyakit kulit, serta penurunan risiko tekanan darah tinggi pada lansia.
Salah satu lokasi unggulan adalah San Kamphaeng Hot Springs di Chiang Mai. Di sana, suhu air dapat mencapai 105 derajat Celsius dan mengandung mineral seperti zinc, tembaga, mangan, dan magnesium.
Pemerintah Thailand, bersama beberapa lembaga, menandatangani kerja sama untuk menjadikan kawasan ini model nasional wisata kesehatan sekaligus mendorong ekonomi lokal. Program pelatihan, termasuk kursus pijat tradisional selama 450 jam, disiapkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
Pengembangan produk kesehatan berbasis air mineral juga dilakukan. Merek SANN by GPO mencakup produk perawatan tubuh dan rambut, dengan peluncuran dijadwalkan pada September 2026.
Di Krabi, Khlong Thom Saltwater Hot Spring menjadi sorotan karena merupakan salah satu dari sedikit pemandian air panas air asin di dunia. Kandungan mineralnya dikatakan dapat membantu melancarkan peredaran darah, menurunkan tekanan darah, dan meredakan peradangan sendi.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan risiko kesehatan. Paparan suhu tinggi dapat memicu peningkatan tekanan darah hingga heatstroke. Kelompok berisiko, seperti penderita hipertensi, diminta memeriksa kondisi sebelum berendam dan menjaga kecukupan cairan tubuh.
Menteri Kesehatan Thailand, Pattana Promphat, menegaskan bahwa pengembangan ini diarahkan untuk mendorong wisata kesehatan berkelanjutan. “Kementerian Kesehatan telah melakukan survei di sejumlah lokasi dan bekerja sama dengan Jepang untuk meneliti kandungan air panas. Hasilnya akan menjadi panduan pengembangan standar perawatan kesehatan dan pariwisata,” ujarnya.
Thailand menggabungkan potensi alamnya dengan kebijakan kesehatan yang terukur. Dengan 118 titik sumber air panas, program pelatihan, dan produk kesehatan baru, negara ini menempatkan diri sebagai pemain penting dalam industri wisata kesehatan global. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya keselamatan, mengingat risiko suhu tinggi bagi orang berisiko. Dengan pendekatan ini, Thailand berharap dapat menarik wisatawan sambil menjaga kesehatan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
