Thudong Waisak 2026: Bhante Jalan ke Borobudur selama Waisak

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Thudong Waisak 2026: Bhante Jalan ke Borobudur selama Waisak

Gambar atau konten salah?

Thudong adalah praktik berjalan kaki jarak jauh yang dilakukan para bhante (biksu) sebagai bentuk latihan batin, meditasi, dan kesederhanaan. Perjalanan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan cara memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama. Pada Waisak 2570 BE, yang jatuh pada 31 Mei 2026, tradisi Thudong kembali menjadi sorotan publik.

Secara harfiah, Thudong berasal dari kebiasaan para biksu zaman dahulu yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Mereka berpindah dari satu hutan ke hutan lain untuk menyebarkan ajaran Dhamma. Dalam praktiknya, bhante hanya membawa perlengkapan minimal: jubah, perlengkapan mandi, dan alas kaki sederhana. Mereka makan satu kali sehari, minum secukupnya, dan menjaga pikiran tetap tenang selama perjalanan.

Di Indonesia, Thudong sering kali menjadi simbol toleransi dan kebersamaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama menyambut rombongan bhante dengan memberi air minum, makanan ringan, dan buah-buahan sebagai bentuk dukungan dan penghormatan. Tradisi ini menegaskan nilai-nilai solidaritas antarumat beragama.

Direktorat Jenderal Bimas Buddha, melalui Surat Edaran Nomor 106 Tahun 2026, menandai Waisak 2026 dengan tema Dharma Menjaga Perdamaian Dunia. Tema ini menitikberatkan pada penguatan nilai luhur, spiritualitas, dan kepedulian sosial. Kepala Bimas Buddha, Supriyadi, menegaskan bahwa Waisak 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong umat menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan bermasyarakat.

Selama Mei 2026, rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 BE mencakup beberapa program penting. Berikut adalah urutan kegiatan yang direncanakan:

  • 3 Mei 2026: Karya bakti serentak di Taman Makam Pahlawan.
  • 23–24 Mei 2026: Bakti sosial pengobatan gratis bagi masyarakat.
  • 29 Mei 2026: Prosesi pengambilan api Dharma di Mrapen.
  • 30 Mei 2026: Pengambilan air berkah di Umbul Jumprit.
  • 31 Mei 2026: Kirab ritual dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur dan puncak ritual Detik-detik Waisak.

Detik-detik Waisak adalah fase sakral yang memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Agung, dan Parinibbana (wafatnya Sang Buddha). Pada 31 Mei 2026, pada pukul 15.44.44 WIB, peristiwa ini akan dirayakan di Pusat: Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Rangkaian perayaan ini tidak hanya bersifat spiritual. Ada juga kegiatan sosial seperti donor darah, pengobatan gratis, dan santunan anak yatim. Selain itu, ada juga perjalanan spiritual dari Bali menuju Candi Borobudur. Semua kegiatan ini dirancang untuk memperkuat rasa kebersamaan dan memperdalam pemahaman tentang ajaran Buddha.

Waisak 2026 juga bertepatan dengan periode libur panjang akhir Mei hingga awal Juni. Hal ini diperkirakan akan meningkatkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan tradisi Thudong, prosesi, dan puncak perayaan di Candi Borobudur. Dengan nuansa spiritual, budaya, dan pesan perdamaian dunia, perayaan ini menjadi ajang refleksi bagi umat.

Secara keseluruhan, Waisak 2026 menampilkan kombinasi antara praktik spiritual tradisional, kegiatan sosial, dan prosesi keagamaan. Tradisi Thudong, yang menekankan kesederhanaan dan ketahanan, tetap menjadi inti dari perayaan ini. Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur, diharapkan nilai-nilai luhur dan pesan perdamaian dapat disebarkan luas kepada masyarakat.

ThudongWaisak 2026Candi BorobudurBimas Buddhasolidaritas antarumatkegiatan sosialperdamaian dunia

Komentar

Memuat komentar...