Tiga Direksi EMAS Mundur, Perseroan Siap IPO Hong Kong
Gambar atau konten salah?
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan pengunduran diri tiga direksi pada 18 Maret 2026. Nama-nama yang mengundurkan diri adalah Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri.
“Dengan ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 18 Maret 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari 3 (tiga) anggota Direksi Perseroan, yaitu Bapak Albert Saputro, Bapak David Thomas Fowler, dan Bapak Adi Adriansyah Sjoekri,” tulis Manajemen EMAS, Rabu (25 Maret 2026).
Persetujuan pengunduran diri akan diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
EMAS tengah menjalani proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Hong Kong (The Stock Exchange of Hong Kong Limited/HKEX).
Perseroan juga telah mengajukan permohonan IPO ke otoritas bursa tersebut.
EMAS juga telah menunjuk UBS Securities Hong Kong Limited dan CITIC Securities untuk mengawal proses IPO tersebut.
Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperluas akses investor internasional, meningkatkan likuiditas perdagangan saham, dan memberikan fleksibilitas untuk mengakses pendanaan yang mendukung pertumbuhan EMAS.
“Penyampaian permohonan pencatatan kami di HKEX merupakan langkah penting setelah keberhasilan IPO kami di Bursa Efek Indonesia pada September 2025 dan dimulainya produksi di Pani pada awal tahun ini,” ungkap Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, Rabu (25 Maret 2026).
Dengan langkah ini, EMAS menegaskan komitmennya terhadap ekspansi global dan dukungan modal yang lebih luas, sambil menjaga kestabilan operasional di sektor pertambangan emas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
