Tinglish: Bahasa Inggris Thailand Memudahkan Turis Setempat
Gambar atau konten salah?
Di Thailand, bahasa Inggris yang dipakai sehari‑hari sering disebut Tinglish atau Thailand English. Istilah ini muncul ketika penutur Thailand menggabungkan kosakata dan struktur bahasa Inggris dengan nuansa lokal.
Contoh paling terkenal dari Tinglish adalah kalimat “Same Same But Different”, yang juga merupakan judul film romantis Jerman yang dirilis pada 2009. Film ini mendapat penghargaan Film Bavaria sebagai sinematografi terbaik pada 2010.
Penggunaan Tinglish paling terasa di daerah pariwisata populer, seperti Bangkok, Phuket, Chiang Mai, dan Pattaya. Di sana, para penduduk setempat sering memanfaatkan Tinglish untuk berkomunikasi dengan wisatawan asing ketika kemampuan bahasa Inggris mereka belum sempurna.
Asal usul Tinglish bersumber dari bahasa Thailand dan bahasa Inggris. Secara sederhana, Tinglish adalah versi bahasa Inggris yang disesuaikan dengan pola bahasa Thailand.
Tujuan utama Tinglish adalah menjembatani kesenjangan antara bahasa Thailand dan bahasa Inggris. Dengan cara ini, orang Thailand dapat menyampaikan maksudnya tanpa harus menguasai tata bahasa Inggris standar secara mendalam.
Contoh kalimat Tinglish yang sering terdengar adalah “love you long time” atau “Yesterday I not want go”. Struktur kalimat ini tampak terbalik, dengan kata kerja dan kata benda ditempatkan di depan kata kerja utama.
Dari segi linguistik, bahasa Thailand sangat bergantung pada konteks. Kata ganti, artikel, dan penanda lain yang penting dalam bahasa Inggris sering dihilangkan. Sebagai contoh, kalimat “I am going to the market” dapat disederhanakan menjadi “bai talat” yang berarti “pergi ke pasar”.
Dalam Tinglish, konjugasi kata kerja tidak selalu diperlukan. Kata benda tidak mengalami deklinasi, dan artikel seperti “a”, “an”, atau “the” sering dihilangkan. Kata “is” atau “are” pun kadang tidak muncul, atau bentuk kata kerja dapat berubah.
Pengucapan Tinglish juga menampilkan perbedaan. Bunyi “th” dalam kata “think” atau “that” sering terdengar lebih seperti “t” atau “d”. Bunyi “r” pun bisa diucapkan lebih mirip “l”. Perbedaan ini disebabkan oleh keterbatasan bunyi dalam bahasa Thailand.
Thailand umumnya memakai sistem jam 24 jam. Jadi, ketika seseorang mengatakan “See you at 15:00”, maksudnya adalah pukul 3 sore, bukan 3 pagi. Sistem ini berbeda dari penutur bahasa Inggris yang lebih sering menggunakan jam 12 jam dengan AM/PM.
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto, yang bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.
Secara keseluruhan, Tinglish menggambarkan bagaimana bahasa dapat beradaptasi dengan kebutuhan komunikatif masyarakat. Dengan struktur yang lebih sederhana dan penyesuaian pengucapan, bahasa ini memudahkan interaksi antara penduduk Thailand dan pengunjung asing tanpa menuntut penguasaan bahasa Inggris yang sempurna.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
