TKA SMP Mirip SMA, Menteri Tegaskan Alarm Matematika
Gambar atau konten salah?
Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat SMP masih menunjukkan pola yang mirip dengan hasil TKA tingkat SMA. Ia menegaskan bahwa pengujian TKA SMP masih berlangsung di sebagian sekolah hingga 16 April 2026.
Menurut Mu'ti, data sementara ini telah dikumpulkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen. Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa hasil tes telah diketahui dua hari sebelumnya.
Di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Kamis 09 April 2026, Mu'ti menyatakan, “Dan ternyata hasil tes TKA kita—tadi Pak Toni menunjukkan sudah diketahui hasilnya yang dua hari ini, yang tes kemarin sudah diketahui hasilnya—juga nggak jauh-jauh beda dengan yang tes SMA.”
Namun, ia menyoroti adanya ketertinggalan kemampuan matematika siswa di tingkat SMP. Mu'ti menegaskan bahwa hal ini harus menjadi alarm bagi negara.
“Matematikanya akan segitu. Dari 30 soal itu, tadi Pak Toni menunjukkan berapa yang paling banyak jawabannya itu, nanti akan kita umumkan, tapi sudah bisa diketahui memang masalah kita masih belum terselesaikan,” kata Mu'ti dengan tegas.
Dalam konteks lebih luas, Mu'ti menambahkan bahwa salah satu fokus Kemendikdasmen adalah meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi siswa. Hal ini terlihat dari skor PISA 2022 Indonesia yang masih rendah.
Ia mengutip, “Tahun lalu untuk tingkat SMA atau tingkat SLTA, alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan pekan ini diselenggarakan TKA untuk jenjang SMP dan pekan depan untuk jenjang SD. Hasilnya sudah kita ketahui juga, kira‑kira hasilnya juga tidak jauh berbeda dengan hasil tes PISA.”
Data TKA tingkat SMA yang digelar pada November 2025 menunjukkan rata‑rata nilai Matematika 36,10, Bahasa Inggris 24,93, dan Bahasa Indonesia 55,38. Sementara skor PISA 2022 Indonesia mencatat 366 poin matematika, 359 poin membaca, dan 383 poin sains.
“Dan itu menunjukkan bahwa kita belum pulih dari masalah terkait rendahnya pencapaian literasi dan numerasi. Kita belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan yang sangat fundamental terkait dengan kemampuan dasar yaitu membaca dan menulis,” tuturnya.
Secara keseluruhan, hasil TKA yang belum jauh berbeda dengan PISA menegaskan bahwa tantangan utama masih terletak pada peningkatan dasar literasi dan numerasi. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperbaiki kondisi ini melalui kebijakan dan program peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
