TNGR Larang Pendakian Orplas, Pasang CCTV, Drone Gunung
Gambar atau konten salah?
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menegaskan larangan keras bagi pendaki yang ingin menaklukkan puncak Orplas, puncak selatan Gunung Rinjani, yang terletak di ketinggian 3.171 meter di atas permukaan air laut.
Menurut Budhy Kurniawan, kepala Balai TNGR, jalur menuju puncak Orplas belum dibuka secara resmi. Ia menegaskan pada Selasa, 07 April 2026 bahwa jalur tersebut sangat ekstrem dan tidak boleh dilewati. “Itu kan tidak boleh. Karena itu jalurnya ilegal. Kalau ketahuan itu kami blacklist,” tegas Budhy.
TNGR telah memasang papan larangan di sepanjang jalur Timbanuh, Lombok Timur, sebelum pendaki memulai perjalanan. Larangan ini juga tercantum dalam dokumen prosedur operasional standar (SOP) pendakian. “Itu sudah diatur juga dalam dokumen prosedur operasional standar (SOP) pendakian,” ujarnya.
Larangan ini tidak hanya berlaku untuk pendakian ke puncak Orplas, tetapi juga bagi pendaki yang ingin turun dari Pelawangan Aik Berik melalui jalur Lombok Tengah menuju Danau Segara Anak Rinjani. Jalur turun dari Pelawangan Aik Berik dianggap terlalu terjal. “Itu juga tidak boleh kan,” tambah Budhy.
TNGR menekankan pentingnya pendakian berkualitas. Untuk itu, pendakian di Gunung Rinjani harus mengedepankan keselamatan. “Jadi kami juga sedang mengusung bagaimana porter, guide harus memiliki sertifikat ya. Itu tujuan pendakian berkualitas,” jelas Budhy.
Untuk memantau aktivitas pendaki, TNGR berencana menambah kamera CCTV di beberapa titik jalur pendakian. Selain itu, TNGR sudah memiliki drone thermal untuk mendeteksi insiden di jalur. “Kami akan tambah kamera CCTV dan perkuat sinyal. Tujuannya agar pendaki bisa kami pantau ya,” kata Budhy.
Jalur menuju puncak Orplas di sisi selatan Gunung Rinjani memerlukan pendakian melewati jalur Timbanuh, Lombok Timur. Dari jalur ini, pendaki hanya boleh mencapai Pelawangan Timbanuh yang terletak di sisi selatan Gunung Anak Baru Jari. Untuk sampai ke Pelawangan Timbanuh, pendaki harus berjalan sekitar 8 hingga 12 jam dari base camp Timbanuh.
Di base camp, pendaki akan menemukan tiga shelter. Shelter terakhir berada di pos 3 berasa di atas ketinggian sekitar 2.300 MDPL. Di sana, pendaki dapat bermalam dan menikmati padang savana di bawah Pelawangan Timbanuh.
Jalur ini juga dilarang untuk turun ke Danau Segara Anak Rinjani karena jalur yang akan dilewati sangat terjal. Bahkan, untuk turun ke danau, pendaki harus membawa tali sepanjang 100 meter.
Dengan larangan ini, TNGR berupaya menjaga keselamatan pendaki dan menjaga kualitas pendakian di Gunung Rinjani. Pendakian yang aman dan terstruktur menjadi prioritas utama, sementara pemantauan melalui kamera dan drone bertujuan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur yang belum resmi dibuka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Schooliday Trans Studio Bandung Hingga 12 Juli
Prambanan Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Religi Kelas Dunia
Suhu Dieng Capai -6 Derajat, Tanaman Membeku
Promo Salju Bekasi Berakhir 12 Juli
Skytrax 2026: 10 Maskapai Bintang 5, Asia Dominasi Penuh
Norwegian Tantang British Airways Taruhan Foto Profil
Berita Terbaru
Spanyol vs Belgia: Rekor Sempurna Diuji di Piala Dunia 2026
Trio Gebrak: Sahabat Seperjuangan di Pelatnas PBSI
Tiga Tewas dalam Tabrakan Truk di Tulang Bawang
Bekas RSUD Soreang Disulap Jadi SMPN 5
Ed Sheeran Hibur Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Limbah Pusat Data Meta Tercemar Bakteri Mematikan
Prabowo: Ada Oknum Menyusup di Program MBG
