Tradisi Kubur Waruga: Warisan Budaya Minahasa Utara

Ningsih R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Tradisi Kubur Waruga: Warisan Budaya Minahasa Utara

Gambar atau konten salah?

Minahasa Utara tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga memiliki destinasi budaya yang unik. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Situs Waruga.

Situs megalitik kubur Waruga tersebar di beberapa wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Selatan. Waruga adalah peti mati atau tempat pemakaman yang terbuat dari batu. Biasanya, Waruga terdiri dari dua bagian: badan dan penutup. Bagian badan terbuat dari batu dan dapat berbentuk kubus, persegi panjang, bulat, atau heksagonal. Penutupnya biasanya menyerupai atap rumah.

Di masa lalu, kubur-kubur Waruga biasanya terletak di halaman belakang atau sekitar rumah. Setiap rumah memiliki satu kubur batu atau lebih, sehingga kubur menjadi bagian integral dari lingkungan hunian.

Waruga dapat diartikan sebagai moruga (direbus), maruga (melebur), wale ruga (rumah untuk jasad yang membusuk), dan wale morgha (rumah untuk jasad yang dikeringkan). Mayat yang dikuburkan dalam posisi jongkok, sebagai simbol agar si mati mengalami kelahiran kembali di alam arwah. Setelah mayat dimasukkan, maka pintu kubur batu akan ditutup lagi. Untuk menghindari bau mayat yang membusuk tercium ke luar, maka celah antara tutup dan wadah akan ditutup dengan lumpur tebal atau tanah liat.

Waruga adalah kapsul waktu dari masa lalu yang berisi pesan-pesan nilai dari nenek moyang etnis Minahasa. Waruga kaya dengan hiasan dekoratif yang diukir pada tubuh dan tutupnya. Motifnya biasanya berupa antropomorfik, flora, fauna, dan geometris.

Selama ini, situs Waruga menjadi destinasi pilihan bagi turis-turis bule di sela-sela waktu mereka berkunjung ke Bunaken. Bagi traveler yang akan berkunjung ke situs Waruga, sebelumnya dapat menghubungi juru pelihara yang ditugaskan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara di situs tersebut.

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara. (wsw/wsw)

Waruga menampilkan cara pemakaman tradisional yang masih dipertahankan hingga kini, sekaligus menjadi jendela bagi wisatawan untuk memahami budaya Minahasa.

Situs WarugaKubur batuMinahasa UtaraBudaya MinahasaBalai Pelestarian KebudayaanTuris bule

Komentar

Memuat komentar...