Trans Jatim Malang Tertunda, Dana & Tuntutan Buruh Menghambat

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Trans Jatim Malang Tertunda, Dana & Tuntutan Buruh Menghambat

Gambar atau konten salah?

Trans Jatim berencana menambah jalur di kawasan Kota Malang dan sekitarnya, namun langkahnya tampak lebih lambat dari yang diperkirakan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum menandai tanggal pasti kapan rute baru akan mulai beroperasi.

Alasan utama di balik keterlambatan ini adalah keterbatasan dana daerah dan urutan prioritas proyek. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa pemerintah sedang menimbang banyak faktor sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

Di satu sisi, kebutuhan transportasi publik di Malang Raya semakin mendesak. Di sisi lain, Pemprov Jatim juga harus menanggapi tuntutan kelompok buruh yang menuntut percepatan jalur menuju kawasan industri Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). "Baru nanti malam kita mau rapat di Grahadi. Jadi kan ada permintaan buruh itu yang Pasuruan," ujar Khofifah kepada wartawan di Pasar Klojen, Kota Malang, pada 29 Mei 2026.

Meskipun terlihat lambat, Khofifah menegaskan bahwa wilayah Malang Raya tetap menjadi fokus. Menurut rencana pengembangan transportasi massal, sudah ada skema matang untuk menambah tiga koridor baru di wilayah yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Ia juga mengaku telah menegaskan urgensi wilayah tersebut saat bertemu langsung dengan perwakilan pekerja. "Saat saya menerima perwakilan buruh, saya juga menyampaikan bahwa ada kebutuhan strategis di Malang. Sebetulnya direncanakan 3 koridor," ungkapnya.

Khofifah menekankan bahwa pembangunan sistem transportasi publik tak bisa selesai dalam semalam. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur harus melakukan studi kelayakan mendalam, mulai dari pemetaan potensi pasar hingga sinkronisasi dengan anggaran daerah. "Model yang dilakukan Dinas Perhubungan itu nggak ada uang langsung bikin, nggak. Pasti ada proses dialog, selain melihat kebutuhan market," tegasnya.

Pergerakan ini muncul bersamaan dengan momentum Hari Buruh pada 1 Mei. Pada hari itu, para pekerja di Pasuruan secara masif menuntut penyediaan moda transportasi yang murah, aman, dan terintegrasi menuju kawasan industri PIER. Aspirasi ini didorong oleh keberhasilan koridor Trans Jatim sebelumnya, yang berhasil memecahkan masalah mobilitas pekerja di kawasan industri Ngoro, Mojokerto.

Khofifah menyatakan, "Ngoro sudah, sekarang minta PIER. Ngitung dulu, nanti malam kita bahas," ia menutup pernyataannya.

Sejumlah kepala daerah di wilayah Malang Raya sudah mengajukan penambahan trayek atau koridor untuk Trans Jatim. Saat ini, hanya ada satu koridor yang melintasi Kota Malang dan Kabupaten Malang menuju Kota Batu.

Pengajuan tambahan trayek juga mencakup jalur yang melintasi kawasan Soekarno-Hatta (Suhat) dan permintaan trayek menuju sisi selatan Malang Raya, yakni wilayah Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dengan semua upaya ini, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan transportasi publik, keterbatasan anggaran, dan tuntutan pekerja. Proses ini masih dalam tahap diskusi dan studi, sehingga keputusan akhir belum dapat dipastikan.

Secara keseluruhan, rencana ekspansi Trans Jatim di Malang Raya menunggu hasil pertemuan internal dan analisis kelayakan. Meskipun prosesnya lambat, perhatian terhadap kebutuhan warga dan pekerja tetap menjadi fokus utama. Dengan tiga koridor baru yang direncanakan, harapannya dapat meningkatkan mobilitas di wilayah tersebut, sekaligus menanggapi tuntutan buruh yang menuntut akses transportasi yang lebih baik ke kawasan industri PIER.

Trans JatimKota MalangKawasan Industri PIERKeterlambatan proyekKebutuhan transportasi publikBuruhKoridor baru

Komentar

Memuat komentar...