Tren Wisata 2026: Pelancong Lebih Spontan, Fokus Kuliner

Rizki W. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Tren Wisata 2026: Pelancong Lebih Spontan, Fokus Kuliner

Gambar atau konten salah?

Perjalanan wisata kini menampilkan pola baru: para pelancong lebih spontan dan lebih tertarik mencoba kerajinan serta kuliner khas lokal di tempat yang mereka kunjungi.

Tren berwisata terus berubah. Dulu, fokus utama adalah mengabadikan momen lewat foto. Kini, pergeseran terjadi ke video pendek. Destinasi pun ikut merubah profilnya, dari liburan pantai menjadi perjalanan singkat di kota, serta pencarian lokasi hidden gem yang belum banyak dijamah.

Menurut laporan Global Travel Trends Report 2026 dari American Express, yang dirilis pada Sabtu (18 April 2026), 64 % Generasi Milenial dan Gen Z bersedia mengambil pekerjaan dengan fasilitas lebih sedikit demi bisa lebih sering bepergian.

Survei tersebut melibatkan lebih dari 8.000 responden dari berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang, Meksiko, dan India. Mayoritas responden diketahui rutin bepergian setidaknya sekali dalam setahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa prioritas utama dalam menyusun itinerary adalah menciptakan pengalaman berkesan sekaligus berinteraksi dengan budaya dan cita rasa lokal. Dari temuan tersebut, muncul sejumlah tren perjalanan baru yang mulai digemari wisatawan pada 2026.

Tren pertama, sight‑doing, menekankan liburan sambil belajar keterampilan baru. Wisatawan kini tertarik mencoba kegiatan langsung seperti kelas memasak, melukis, hingga workshop unik yang terkait dengan destinasi.

Jika sebelumnya kelas memasak sudah populer, kini pilihannya semakin beragam. Mulai dari workshop parfum di Paris hingga kelas merajut di Estonia. Sekitar 80 % responden menilai aktivitas semacam ini membantu mereka lebih memahami budaya lokal.

Ilustrasi membatik. (Makna Zaezar) Bahkan, 76 % menyebut keterampilan yang didapat bertahan lebih lama dibanding sekadar membeli suvenir. Beberapa aktivitas yang bisa dicoba antara lain melukis keramik di Portugal, ukir kayu di Swiss, kaligrafi di China, hingga membatik di Indonesia.

Tren kedua, lore chasing, adalah perjalanan spontan untuk cerita yang tak terlupakan. Wisatawan, terutama generasi muda, semakin gemar melakukan hal-hal di luar kebiasaan demi pengalaman unik yang bisa diceritakan.

Sebanyak 82 % milenial dan Gen Z mengaku bersedia mencoba hal tidak biasa selama bepergian jika bisa menjadi cerita menarik. Selain itu, 86 % menyebut interaksi spontan dengan orang baru atau warga lokal menjadi pengalaman yang paling membekas. Tren ini mendorong wisatawan untuk lebih terbuka terhadap peluang tak terduga, selama tetap mengutamakan faktor keamanan.

Tren ketiga, snackpacking, menggambarkan kebiasaan wisatawan berburu camilan khas yang tidak bisa ditemukan di negara asal. Sebanyak 89 % responden menilai mencoba jajanan lokal adalah hal penting saat bepergian. Lokasinya pun beragam, mulai dari supermarket (50 %), tempat street food (69 %), hingga toko roti atau bakery (53 %).

Beberapa contoh yang populer antara lain chimney cake di Hungaria, falafel di Mesir, hotteok di Korea Selatan, hingga burek di Bosnia dan Herzegovina.

Tren keempat, miles on milestones, menandai perjalanan yang dikemas sebagai perayaan momen penting. Ulang tahun, pesta lajang, hingga pernikahan kini kerap dikemas sebagai perjalanan wisata. Sekitar dua pertiga responden mengaku berencana menghadiri perjalanan terkait momen penting seseorang pada 2026.

Meski begitu, perjalanan jenis ini sering kali memiliki jadwal yang sudah ditentukan. Karena itu, 82 % wisatawan berencana menambah waktu liburan mereka, dengan 72 % di antaranya memperpanjang masa tinggal hingga tiga sampai empat hari agar bisa menikmati destinasi lebih leluasa.

Tren-tren tersebut menunjukkan bahwa perjalanan kini bukan hanya soal tujuan, melainkan pengalaman. Bahkan destinasi yang awalnya tidak masuk daftar impian pun bisa memberikan kejutan tak terduga bagi para pelancong.

Perubahan pola ini mencerminkan keinginan generasi muda untuk lebih terhubung dengan budaya lokal, serta mencari pengalaman yang lebih bermakna daripada sekadar menandai tempat di peta. Dengan demikian, wisata modern menekankan interaksi, pembelajaran, dan pencarian cerita yang dapat dikenang sepanjang hidup.

trending wisata 2026Generasi MilenialGen Zsight‑doinglore chasingsnackpackingmiles on milestones

Komentar

Memuat komentar...