Trotoar Jalan Perintis di Medan Diperbaiki, Masih Parah
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, trotoar pernah dipenuhi lubang‑lubang besar yang membuat pejalan kaki merasa tidak aman. Warga melaporkan bahwa lubang‑lubang tersebut sering menganga dan menumpuk sampah.
Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, “UPT terkait sudah melakukan perbaikan di trotoar Jalan Perintis Kemerdekaan,” ia menyatakan pada Rabu, 13 Mei 2026. UPT tersebut menutup sekitar lima lubang dengan beton, sehingga bekasnya terlihat berwarna lebih terang dibandingkan material trotoar lama.
Namun sebelum perbaikan, kondisi trotoar sangat buruk. Pada Selasa, 21 April 2026, trotoar di sisi kanan jalan dipenuhi lubang dengan diameter kurang lebih 40 sentimeter. Lubang‑lubang ini menutupi sebagian besar trotoar dan mengganggu arus pejalan kaki.
Salah satu warga, Ifka, mengungkapkan kekecewaannya: “Trotoarnya enggak bisa digunakan, terlalu banyak lubangnya, padahal jalan ini sangat ramai dilintasi kendaraan,” katanya.
Jika dilihat lebih dekat, trotoar tidak hanya banyak lubang, tetapi juga terlalu sempit. Ifka menambahkan, “Trotoarnya juga terlalu sempit, apalagi ada dipakai untuk parkir dan tempat jualan, semakin parah jadinya kondisinya.”
Perbaikan yang dilakukan UPT sudah menutup sebagian lubang, namun trotoar masih menghadapi tantangan karena penggunaan yang tidak terkontrol. Pihak berwenang terus memantau kondisi trotoar untuk memastikan keselamatan pejalan kaki tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
