Trump Ancam Pencabutan Powell Selama Penyidikan Berlangsung
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan memecat Ketua Bank Sentral, Jerome Powell, jika ia tidak mengundurkan diri pada masa jabatannya berakhir pada 15 Mei 2026. “Kalau begitu saya harus memecatnya,” kata Trump ketika ditanya tentang masa depan Powell, 16 April 2026.
Pengunduran diri Powell menjadi rumit. Ia sedang diselidiki secara kriminal dan menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman AS. Penyidikan tersebut menyoroti tuduhan ia berbohong kepada Kongres tentang renovasi kantor pusat senilai US$ 2,5 miliar. Tuduhan ini menjadi fokus kritik Trump terhadap kepemimpinan Powell di The Fed.
Di bulan Januari 2026, Trump mengusulkan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai pengganti Powell. Namun, Senator Republik dari Carolina Utara, Thom Tillis, anggota kunci komite yang memeriksa calon Ketua The Fed, menegaskan bahwa ia tidak akan memberikan suara sampai penyelidikan terhadap Powell selesai.
Pemerintah menegaskan dukungan terhadap penyelidikan tersebut pada minggu ini. Hal ini dapat menunda nominasi Warsh dan memicu konflik hukum, yang pada akhirnya dapat memperpanjang masa jabatan Powell.
Sejumlah dua jaksa dari kantor Kejaksaan Distrik Columbia, yang dipimpin Jeanine Pirro, ditolak masuk pada 14 April 2026. Jaksa-jaksa tersebut datang secara mendadak ke The Fed untuk memeriksa kemajuan renovasi. Pirro menyatakan, “Proyek konstruksi apa pun yang mengalami pembengkakan biaya hampir 80 % dari anggaran konstruksi awal layak mendapatkan tinjauan serius.”
Robert Hur, pengacara yang mewakili The Fed, memberi peringatan kepada salah satu jaksa penuntut agar tidak lagi mengunjungi gedung tersebut tanpa kehadiran pengacara The Fed.
Ancaman Trump dan kunjungan jaksa menambah ketegangan antara pemerintah dan bank sentral. Pertanyaan tentang independensi The Fed muncul di tengah perdebatan ini.
Keputusan Trump menyoroti ketegangan antara kepentingan politik dan kebijakan moneter. Situasi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan bank sentral dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk penyelidikan hukum dan tekanan politik. Keputusan akhir tentang masa depan Powell akan memengaruhi arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan persepsi global terhadap stabilitas ekonomi negara tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
