Trump Anugerahi Kevin Warsh Jadi Ketua Fed AS, Inflasi
Gambar atau konten salah?
Pada Jumat, 22 Mei 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan melantik Kevin Warsh sebagai Ketua Bank Sentral AS (The Fed) di Gedung Putih. Jabatan ini akan diemban selama 4 tahun dan Warsh akan tetap menjadi anggota dewan gubernur selama 14 tahun.
Menurut data, Warsh dikonfirmasi melalui pemungutan suara pada 13 Mei 2026 yang hampir sepenuhnya mengikuti garis partai. Ia menggantikan Jerome Powell sebagai ketua, meskipun Powell akan tetap berada di dewan gubernur hingga Januari 2028.
Trump memilih Warsh sebagai benteng untuk mencegah kenaikan suku bunga lebih lanjut. Warsh dikenal mendukung penurunan suku bunga sambil memangkas neraca keuangan The Fed.
Warsh akan mulai menjabat ketika para gubernur The Fed mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi akibat konflik Trump dengan Iran. Mayoritas pejabat pada pertemuan 28-29 April 2026 menilai pengetatan kebijakan mungkin diperlukan jika inflasi tetap di atas target 2%.
Warsh sebelumnya sempat tidak terpilih sebagai Ketua The Fed pada 2017. Ia pernah menjadi Dewan Gubernur The Fed dari 2006 hingga 2011, menjadikannya anggota termuda pada usia 35 tahun.
Warsh kemungkinan menghadapi pengawasan ketat sebagai Ketua. Pemerintahan Trump secara terang-terangan menyarankan agar The Fed mengurangi independen dan menyelaraskan kebijakan moneternya dengan agenda fiskal Gedung Putih.
Penunjukan Warsh mencerminkan upaya Trump mengarahkan kebijakan moneter, namun pengalaman dan latar belakangnya di dewan dapat menyeimbangkan pengaruhnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
