Tuduhan Virus Hanta di Ushuaia, Kapal Pesiar Dilepaskan

Dani L. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Tuduhan Virus Hanta di Ushuaia, Kapal Pesiar Dilepaskan

Gambar atau konten salah?

Ushuaia, kota paling selatan di dunia, dikenal sebagai “ujung dunia”. Namun kini kota ini menjadi sorotan karena tuduhan bahwa virus Hanta pertama kali menyebar di kapal pesiar MV Hondius.

Kapalnya kini bersandar di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol. Semua penumpang dievakuasi dan dikembalikan ke negara asal setelah wabah menyebar selama pelayaran yang dimulai dari Ushuaia pada 1 April 2026.

Ushuaia dikelilingi pegunungan bersalju, hutan, dan Laut Beagle. Kota ini menjadi gerbang menuju Antartika dan menawarkan destinasi wisata unggulan: Tierra del Fuego National Park, Beagle Channel, End of the World Train, dan Martial Glacier. Semua tempat ini menarik pengunjung yang ingin trekking, melihat satwa laut, atau menikmati panorama kota dari ketinggian.

Otoritas kesehatan Provinsi Tierra del Fuego segera memberikan klarifikasi. Juan Facundo Petrina, Direktur Jenderal Epidemiologi dan Kesehatan Lingkungan, menegaskan bahwa wilayahnya bersih dari catatan virus Hanta.

“Dalam sejarah Tierra del Fuego, kami tidak pernah memiliki catatan kasus virus hanta,” kata Petrina.

Petrina menambahkan bahwa sejak penyakit ini wajib dilaporkan pada 1996, belum ada satu pun kasus yang ditemukan di wilayahnya. Menurutnya, secara biologis sangat sulit bagi virus tersebut untuk berkembang di Ushuaia karena faktor iklim dan geografis.

“Kami tidak memiliki subspesies tikus ekor panjang (pembawa virus). Kondisi iklim di sini, baik kelembapan maupun suhu, sangat berbeda dengan Patagonia utara. Selain itu, kami adalah pulau, tikus harus menyeberangi Selat Magellan untuk menginfeksi spesies lokal dan itu hambatan besar,” ujar Petrina.

Meski dibantah oleh otoritas lokal, Pemerintah Argentina tetap menurunkan tim ahli ke Ushuaia. Investigasi difokuskan pada area pembuangan sampah di pinggiran kota, tempat yang sering dikunjungi turis untuk pengamatan burung namun juga menjadi sarang tikus.

Seorang epidemiolog dari Rumah Sakit Anak Ricardo Gutierrez di Buenos Aires, Eduardo Lopez, menekankan pentingnya riset mendalam karena adanya perubahan ekosistem. “Kasus ini butuh studi lebih lanjut. Tikus kerdil ekor panjang yang habitat aslinya di Andes kini mulai ditemukan di wilayah lain,” ujar Lopez.

Ekonomi Ushuaia sangat bergantung pada pariwisata kapal pesiar. Juan Manuel Pavlov dari Institut Pariwisata Fuegian menyebutkan bahwa lebih dari 95 % kapal menuju Antartika berangkat dari pelabuhan mereka.

“Industri kapal pesiar adalah fondasi ekonomi provinsi kami. Kami tidak ingin isu ini menutupi upaya kami dalam memprioritaskan kesehatan,” kata Pavlov.

Di pelabuhan, aktivitas wisata tetap normal. Para turis tetap menjalankan agenda perjalanan mereka tanpa rasa cemas berlebih. “Kami baru tahu kabar ini sehari sebelum terbang. Tapi karena belum ada kasus terkonfirmasi di sini, kami datang dengan tenang sambil tetap menjaga protokol keamanan,” kata wisatawan asal Venezuela, David Bomparp.

Wisatawan asal Kosta Rika, Jordan Bermudez, mengungkapkan: “Kota ini cukup tenang, semua tur berjalan normal sesuai rencana kami.”

Hingga kini, otoritas kesehatan masih melacak jejak perjalanan pasangan asal Belanda yang diduga sebagai suspek pertama. Dugaan sementara, mereka terinfeksi saat berada di wilayah pegunungan Patagonia utara, sekitar dua hingga empat minggu sebelum naik ke kapal, bukan di Ushuaia. Kepastian asal-usul virus ini masih menunggu hasil investigasi menyeluruh di Tenerife. (14 Mei 2026)

Kasus ini menyoroti betapa pentingnya pengawasan kesehatan di daerah terpencil. Meskipun belum ada bukti konfirmasi, langkah cepat otoritas lokal dan pusat menunjukkan keseriusan dalam menanggapi potensi wabah. Para peneliti dan pejabat setempat tetap waspada, menunggu hasil investigasi yang lebih mendalam untuk memastikan keamanan wisata dan kesehatan masyarakat di Ushuaia.

Virus HantaUshuaiaKapal Pesiar MV HondiusTenerifeTikus Ekor PanjangProvinsi Tierra del FuegoEkosistem Patagonia#

Komentar

Memuat komentar...