Tunggu 90 Menit Sebelum Minum Kopi: Pakar Setuju
Gambar atau konten salah?
Belakangan ini, tren di TikTok tentang menunggu 90 menit setelah bangun tidur sebelum minum kopi sedang ramai dibicarakan. Menurut Brad Lampe, seorang toxicologist di The National Sanitation Foundation (NSF) di Michigan, Amerika Serikat, aturan ini berhubungan dengan ritme sirkadian tubuh.
Ritme sirkadian adalah jam biologis yang mengatur kapan tubuh merasa bangun dan kapan kantuk. Sekitar 30‑45 menit setelah bangun, tubuh memproduksi hormon kortisol. Kortisol membantu tubuh terasa lebih segar dan fokus. “Minum kopi saat kortisol tinggi bisa bikin efek kafein terasa kurang maksimal,” jelas Brad Lampe. Menunggu 90 menit setelah bangun, ketika kortisol mulai menurun, diyakini dapat membuat efek kafein terasa lebih kuat.
Namun, 90 menit bukan patokan mutlak untuk semua orang. Setiap tubuh merespons kafein secara berbeda. “Yang penting adalah menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing,” ujar Brad Lampe. Pendekatan fleksibel lebih disarankan daripada menghitung waktu secara ketat. Cobalah minum kopi pada waktu yang berbeda dan catat kapan Anda merasa paling fokus.
Mulai hari dengan segelas air putih juga penting. Tubuh cenderung dehidrasi setelah tidur semalaman, dan dehidrasi ringan dapat menurunkan fokus serta konsentrasi. Air membantu sel-sel tubuh bekerja optimal sejak pagi. Selain itu, minum air sebelum kopi dapat mengurangi efek samping seperti jantung berdebar. Biasakan minum segelas air sebelum menikmati kopi.
Minum kopi saat perut kosong dapat memicu rasa tidak nyaman. Sekitar 15 persen orang mengalami asam lambung naik setelah minum kopi, karena kafein memengaruhi otot lambung. Untuk menghindari rasa tidak nyaman, padukan kopi dengan sarapan, terutama yang tinggi protein. Ini membantu menjaga energi dan mencegah “crash” di siang hari.
Berapa banyak kopi yang aman? Konsumsi kopi idealnya 2‑3 cangkir per hari. Batas maksimal biasanya sekitar 4 cangkir agar tetap aman. Kafein dapat bertahan hingga 6 jam di tubuh, sehingga minum kopi sore tidak dianjurkan karena dapat mengganggu kualitas tidur di malam hari. “Batasi asupan kafein di sore hari dan beralih ke decaf,” saran ahli gizi. Ini membantu tubuh lebih rileks dan tidur lebih nyenyak.
Praktik sederhana ini dapat membantu Anda memaksimalkan energi pagi tanpa mengorbankan kesehatan. Cobalah menyesuaikan waktu minum kopi dengan ritme tubuh Anda, minum air putih terlebih dahulu, dan hindari kopi saat perut kosong. Jika Anda merasa nyaman, batasi konsumsi kopi sore dan pertimbangkan decaf. Dengan cara ini, kafein dapat memberikan dorongan energi yang optimal dan tetap menjaga kualitas tidur.
Prinsip sederhana ini mengingatkan bahwa kebiasaan kecil di pagi hari dapat memengaruhi energi sepanjang hari. Dengan memperhatikan ritme tubuh, hidrasi, dan waktu konsumsi, Anda dapat menikmati kopi tanpa mengorbankan kesehatan dan kualitas tidur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
