Sidak Subandi ke Proyek Bluru Kidul, Anggaran Dialihkan
Gambar atau konten salah?
Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung mengecek proyek perbaikan Jalan Raya Bluru Kidul. Ruas jalan ini selama ini dikenal sebagai langganan banjir. Pemerintah daerah menjadikannya prioritas utama. Tujuannya jelas: akses masyarakat harus kembali lancar, terutama menuju pusat pelayanan publik.
Dalam inspeksi mendadak pada Senin, 13 Juli 2026, Subandi menegaskan proyek ini adalah lanjutan dari janji modernisasi infrastruktur yang sudah disampaikan akhir Mei 2026. Yang menarik, anggaran yang tadinya dialokasikan untuk perbaikan ruas pendek di Kecamatan Sedati dialihkan ke Jalan Raya Bluru Kidul. Alasannya? Jalan ini dinilai lebih mendesak untuk segera dibenahi.
"Ini menjadi prioritas karena Jalan Bluru Kidul sering tergenang banjir dan menjadi akses penting masyarakat, termasuk menuju Mal Pelayanan Publik. Kami ingin persoalan ini segera dituntaskan," kata Subandi saat sidak.
Proyek ini tidak sekadar mengaspal ulang jalan. Ada sistem drainase yang lebih memadai yang akan dibangun. Tujuannya mengurangi genangan saat hujan deras. Jalan akan memiliki lebar total 11 meter. Detailnya: perkerasan beton selebar enam meter, ditambah bahu jalan dan trotoar. Di sisi kanan dan kiri jalan, saluran drainase akan dibangun secara menyeluruh.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga tidak berhenti di situ. Mereka mengkaji sistem pembuangan air menuju sungai. Ini penting karena kawasan Bluru juga terpengaruh pasang air laut atau rob. "Drainase harus terintegrasi. Aliran air menuju sungai juga sedang kami kaji, termasuk jika diperlukan pembangunan tanggul penahan agar permukiman warga tetap aman dari rob," ujar Subandi.
Penataan kawasan juga menyentuh aspek ketertiban. Jalan Raya Bluru Kidul nantinya akan difungsikan sepenuhnya sebagai jalur lalu lintas. Pedagang UMKM tidak lagi boleh berjualan di badan atau tepi jalan. Bangunan yang memakan badan jalan akan ditertibkan. Prosesnya melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, serta pengurus RT dan RW. Pendataan bangunan terdampak akan dilakukan oleh perangkat desa sebelum penataan dimulai.
"Kami akan mengedepankan koordinasi dengan camat, kepala desa, hingga RT/RW. Semua bangunan yang terdampak akan didata lebih dulu agar proses penataan berjalan baik," jelasnya.
Subandi menargetkan proyek ini selesai pada Desember 2026. Ia berharap cuaca mendukung agar pekerjaan rampung tepat waktu dengan kualitas sesuai spesifikasi. Ada satu permintaan lagi: kontraktor diminta mengutamakan tenaga kerja asal Sidoarjo. "Kami berharap kontraktor bekerja sesuai kapasitas dan mengutamakan tenaga kerja lokal. Dengan begitu, pembangunan berjalan baik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Sidoarjo," pungkasnya.
Proyek ini menunjukkan bagaimana pemerintah daerah menggeser prioritas anggaran berdasarkan kebutuhan mendesak. Banjir di Jalan Raya Bluru Kidul bukan masalah baru. Dengan adanya drainase terintegrasi dan penataan kawasan, pemerintah berharap masalah genangan bisa teratasi. Penggunaan tenaga kerja lokal juga menjadi nilai tambah bagi perekonomian warga sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Gempa 3,2 Guncang Tapanuli Selatan
Sidak Subandi ke Proyek Bluru Kidul, Anggaran Dialihkan
Empat Mantan Juara Dominasi Semifinal Piala Dunia 2026
Pertamina, BP, Shell Serentak Turunkan Harga BBM per 1 Juli
BRIN Pastikan Cahaya Biru Misterius di Langit Jawa Adalah Meteor
Sungai Cikereteg Hitam, Warga Karawang Terdampak
18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga Demak
Hanya Dua Siswa Baru, Guru Patungan Demi Sekolah Tetap Buka
Tarif Listrik Juli 2026 Dipastikan Tidak Naik
Barton Pimpin Semifinal, Kena 'Prestianni Law'