UHC Medan Tak Merata, DPRD Usul Ranperda Perbaikan Khusus
Gambar atau konten salah?
Program Universal Health Coverage (UHC) yang diberlakukan di Kota Medan belum mencapai target maksimal. Anggota DPRD Medan, Afif Abdillah, menilai hal ini sebagai salah satu masalah yang akan diatasi lewat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2012 mengenai Sistem Kesehatan.
Menurut Afif, masih banyak kendala di lapangan terkait program UHC. Dari ketersediaan tempat tidur, pelayanan, hingga sistem pendaftaran, semuanya masih belum memadai. “Masih banyak kendala yang terjadi di lapangan terkait program UHC ini. Mulai dari ketersediaan tempat tidur, pelayanan, hingga sistem pendaftaran. Ini termasuk salah satu yang akan kita coba perbaiki melalui Ranperda Sistem Kesehatan,” ujarnya pada wawancara.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan UHC belum merata di Kota Medan. Menurut laporan yang ia terima, masih banyak warga Medan yang belum mengetahui program UHC. “Program ini juga masih belum merata, masih banyak yang belum dijangkau padahal mereka sangat membutuhkan,” tambahnya.
Afif, ketua Fraksi Nasdem, menjelaskan bahwa proses ranperda sistem kesehatan sudah memasuki tahap penyampaian pandangan fraksi-fraksi. Ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Medan segera menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) sebagai turunan dari Peraturan Daerah (Perda) sistem kesehatan. “Selanjutnya kami meminta agar Pemkot Medan menerbitkan Perwal untuk memastikan kebijakan bisa dilaksanakan secara baik di lapangan,” ungkapnya.
Di sisi lain, anggota DPRD Medan dari Fraksi PDIP, Johannes Hutagalung, mengusulkan agar perubahan Ranperda Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan dibahas melalui tingkat Panitia Khusus (Pansus) dengan melibatkan stakeholder terkait. “Karena beberapa hal penting yang menjadi fokus dalam perubahan Ranperda Kesehatan tersebut harus dibahas secara lanjut agar bisa lebih efisien,” katanya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan UHC di Medan dapat lebih merata dan efektif, sehingga layanan kesehatan yang lebih baik dapat dirasakan oleh semua warga kota.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
