Unair Tiga Fakultas Peringkat 1 Nasional QS 2026 Akbar
Gambar atau konten salah?
Universitas Airlangga (Unair) meraih prestasi luar biasa pada 26 Maret 2026, ketika tiga fakultasnya masuk peringkat 1 nasional di QS World University Rankings by Subject 2026. Pencapaian ini menegaskan posisi Unair sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing global.
Menurut Rektor Unair, Muhammad Madyan, hasil ini merupakan buah kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Ia menekankan bahwa penguatan reputasi akademik, kepercayaan industri, dan dampak riset menjadi fondasi utama yang membuat Unair semakin diperhitungkan di tingkat dunia. “Peringkat ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan konsistensi Unair dalam membangun reputasi global dan menghasilkan riset berdampak. Kami terus mendorong publikasi bereputasi, kolaborasi internasional, inovasi, serta peningkatan kualitas lulusan,” ujarnya.
QS World University Rankings by Subject 2026 adalah salah satu acuan global paling komprehensif. Pemeringkatan ini menilai perguruan tinggi berdasarkan lebih dari 50 bidang ilmu di lima klaster utama: Arts & Humanities, Engineering & Technology, Life Sciences & Medicine, Natural Sciences, serta Social Sciences & Management. Metodologi QS menggabungkan indikator utama seperti academic reputation dan employer reputation yang dikumpulkan dari survei akademisi dan industri global. Selain itu, kualitas riset diukur melalui citations per paper dan H-index yang bersumber dari basis data ilmiah internasional seperti Scopus. Pada level bidang besar, QS juga mempertimbangkan jejaring kolaborasi riset internasional.
Berikut adalah tiga fakultas Unair yang menempati peringkat 1 nasional sekaligus bersaing di level dunia:
- Fakultas Kedokteran Hewan (Veterinary Science): peringkat 51‑100 dunia (peringkat 1 nasional)
- Fakultas Kedokteran Gigi (Dentistry): peringkat 51‑100 dunia (peringkat 1 nasional)
- Fakultas Farmasi (Pharmacy & Pharmacology): peringkat 251‑300 dunia (peringkat 1 nasional)
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan Unair sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset di bidang kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.
Tak hanya unggul pada tiga bidang tersebut, Unair juga menunjukkan kekuatan merata di berbagai disiplin ilmu. Dari 20 bidang yang masuk pemeringkatan, 16 berhasil menembus Top 500 dunia. Mayoritas berada di jajaran lima besar nasional. Pada kelompok peringkat 2 nasional, Unair mencatatkan performa kuat melalui bidang Medicine, Chemistry, Accounting & Finance, Economics & Econometrics, dan Law. Peringkat 3 nasional mencakup English Language & Literature, Modern Languages, Biological Sciences, Mathematics, Anthropology, Politics & International Studies, serta Sociology. Selanjutnya, Business & Management Studies menempati peringkat 4 nasional, diikuti Physics & Astronomy dan Chemical Engineering pada peringkat 5. Computer Science & Information Systems serta Agriculture & Forestry berada pada peringkat 6 nasional.
Performa ini mencerminkan kekuatan multidisipliner di seluruh fakultas Unair yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat global. Pada level klaster keilmuan besar, Unair juga menunjukkan tren yang konsisten dan kompetitif. Life Sciences & Medicine menempati peringkat 2 nasional, diikuti Social Sciences & Management di posisi 3 nasional. Arts & Humanities berada pada peringkat 4, dan Engineering & Technology pada kisaran peringkat 5. Konsistensi ini menegaskan bahwa Unair tidak hanya unggul pada bidang-bidang tertentu, tetapi juga memiliki fondasi akademik yang kuat dan seimbang di berbagai rumpun keilmuan di seluruh fakultasnya.
Dengan pencapaian ini, Unair memperlihatkan bahwa perguruan tinggi ini mampu menempatkan diri di antara institusi terkemuka di dunia sekaligus mempertahankan posisi unggul di tingkat nasional. Keberhasilan ini menandai langkah penting bagi Unair dalam menegaskan komitmennya terhadap kualitas pendidikan, riset berdampak, dan kolaborasi internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
