Unesa Raih Prestasi 100% Sampah Zero Waste, Dipuji Menteri
Gambar atau konten salah?
Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, mengapresiasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) karena program zero waste yang telah berhasil mengelola 100 persen sampah secara mandiri di kampus.
Ia menyatakan, “Ini satu prestasi yang membanggakan kita semua. Sejak beberapa waktu lalu memang Kemendiktisaintek membuat program bagaimana kampus memberikan solusi, menjadi contoh, menjadi pilot pengelolaan atau penanganan sampah.” Ucapan tersebut diucapkan di Gedung Rektorat Unesa pada hari Sabtu, 09 Mei 2026.
Brian bersama Rektor Unesa, Nurhasan, meninjau langsung sistem pengelolaan sampah mandiri di kampus. Ia menilai masih ada beberapa penyempurnaan yang perlu dilakukan, meski 100 % sampah sudah ditangani. “Memang 100% sudah ditangani meskipun nanti masih perlu penyelesaian-penyelesaian, tapi itu masih dalam kerangka program pengembangan tempat pengelolaan sampah terbaru,” ujarnya.
Menurut Brian, beberapa jenis sampah yang memiliki nilai ekonomis kini sudah berhasil dijual kembali. Hasil penjualan tersebut membantu menutupi biaya operasional, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada anggaran kampus.
Ia menambahkan, deklarasi program zero waste Unesa diharapkan menjadi contoh bagi kampus-kampus lain. “Kami berharap langkah baik ini tentu juga mulai bisa diikuti oleh kampus-kampus lain yang memang sudah banyak yang mulai melakukan pengelolaan sampah-sampah, sudah menyelesaikan, tetapi yang pertama kali deklarasinya Unesa,” jelasnya.
Brian mendorong pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam pengelolaan sampah mandiri. Ia percaya kolaborasi tersebut dapat membuat pengelolaan sampah menjadi lebih optimal sekaligus mendorong pengembangan teknologi pengolahan sampah oleh kampus. “Sehingga sampah semakin hari semakin lama mendapatkan dukungan dari kampus, dari perguruan tinggi, teknologinya dikembangkan oleh perguruan tinggi yang diselesaikan adalah lokasi sekitar kampus, Pemda sekitar kampus dan itulah salah satu contoh dari kegiatan Dikti Saintek yang berdampak,” pungkasnya.
Program ini menandai langkah konkret dalam pengelolaan sampah kampus, menampilkan potensi ekonomi dari daur ulang, dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
