Unesa Tangkap Joki UTBK, Pemesan Masih Diinvestigasi
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Pada 21 April 2026, hari pertama pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dipenuhi aksi kecurangan. Seorang joki, yang berinisial H, berusia 23–24 tahun, laki‑laki, berasal dari Surabaya, sudah dibawa ke polisi.
Joki tersebut menyediakan jasa bagi seorang pria lain yang berasal dari Madura. Keduanya terlibat dalam pelanggaran penggunaan data palsu untuk mengikuti tes. Saat ini, pihak kampus masih fokus pada joki, sementara pemesan jasa masih dalam proses penyelidikan.
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menjelaskan bahwa pelaporan hanya mencakup joki. “Sementara yang kami laporkan adalah jokinya, karena mereka yang melakukan pelanggaran di wilayah kami,” kata Martadi kepada wartawan pada 22 April 2026.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan pemesan juga akan ditelusuri lebih lanjut. “Ke depan, tidak menutup kemungkinan pemesan juga akan ditelusuri lebih lanjut, terutama jika dari hasil pengembangan ditemukan adanya tindak pidana,” jelasnya.
Panitia Unesa sudah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap pelaku sebelum menyerahkan proses lanjutan kepada aparat penegak hukum. “Yang kami adukan adalah pelanggaran berupa penggunaan data palsu untuk mengikuti tes. Untuk proses pemalsuan dokumen dan lainnya itu menjadi ranah kepolisian,” urainya.
Martadi menegaskan bahwa baik joki maupun peserta yang terbukti terlibat akan dikenai sanksi tegas. “Kalau sudah terbukti, baik joki maupun yang dijoki otomatis digugurkan dan di-blacklist dari PTN,” tegasnya.
Meski joki sudah dibawa ke polisi, kampus belum memiliki dasar kuat untuk melaporkan pemesan. “Kami belum bisa mengadukan pihak yang dijoki, karena belum punya dasar. Itu nanti bisa dikembangkan oleh kepolisian,” pungkasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat pada proses seleksi nasional. Penegakan hukum yang jelas dan prosedur yang transparan menjadi kunci untuk menjaga integritas ujian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
