US Kirim Pasukan SEAL Evakuasi Pilot F‑15 Jatuh Iran
Gambar atau konten salah?
Amerika Serikat mengirimkan pasukan khusus untuk mengevakuasi pilot F‑15 yang jatuh di wilayah Iran. Pada 05 April 2026, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan pilot tersebut “selamat dan sehat”, operasi penyelamatan dimulai.
Teheran sebelumnya mengumumkan bahwa militer Iran menembak jatuh jet tempur tersebut. Ini menjadi pesawat tempur pertama Amerika yang terjatuh di wilayah Iran sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026. Washington belum mengungkapkan bagaimana pesawat itu hancur.
Trump memuji misi tersebut di 05 April 2026, menyebutnya sebagai “salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS” untuk seorang perwira awak pesawat yang juga merupakan seorang Kolonel yang sangat dihormati. Ia menegaskan pilot “selamat dan sehat”.
Tim Navy SEALs Team 6 kemudian diterjunkan untuk mengevakuasi korban. Pilot F‑15, yang dikenal sebagai perwira sistem senjata, dilaporkan terluka saat melontar diri dari pesawat namun masih dapat berjalan. Ia membawa pistol, radio, dan perangkat komunikasi aman.
Selama lebih dari satu hari, pilot tersebut bersembunyi di pegunungan Iran, menghindari penangkapan. Ia berusaha menahan diri sambil menunggu tim penyelamat. Keberadaannya terdeteksi oleh pasukan Iran, namun tim SEALs berhasil menjaga jarak.
Tim SEALs melepaskan tembakan untuk menjauhkan militer Iran dari lokasi penyelamatan. Operasi ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan perlawanan lebih lanjut.
Trump mengungkapkan melalui platform Truth Social bahwa ia memerintahkan AS mengirim “puluhan pesawat, dipersenjatai dengan senjata paling mematikan di dunia, untuk menjemput” pilot tersebut. Dua pesawat militer yang seharusnya menjemput pilot terjebak di pangkalan terpencil di Iran dan akhirnya harus diledakkan untuk mencegah jatuh ke tangan Iran.
Setelah itu, tiga pesawat angkut lain berhasil membawa regu penyelamat dan pilot F‑15 keluar dari Iran. Misi tersebut berlangsung dengan cepat dan efektif.
Trump mengonfirmasi bahwa dua pilot AS berhasil diselamatkan dan dievakuasi. Ia menambahkan bahwa operasi tersebut tidak diungkapkan secara publik untuk menghindari membahayakan misi penyelamatan kedua.
Keberhasilan ini menandai langkah penting dalam hubungan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, meski masih belum ada penjelasan rinci mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
Operasi ini menyoroti kemampuan militer AS dalam menanggapi situasi darurat di wilayah asing, sekaligus menegaskan komitmen terhadap keselamatan personel militer.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Pecel Lele Oma: Naik Kelas, Harga Tetap Rp15 Ribuan
Xabi Alonso Resmi Jadi Manajer Baru Chelsea
Vieira Yakin Prancis Tak Terhentikan
Pemerintah Bangun Dua Pabrik Metanol untuk Kebutuhan B50
Diskon Harga LNG Industri Hanya Sampai Akhir 2026
Pemerintah Andalkan B50 dan PLTS 100 GW Hadapi Krisis Global
Rapat Paripurna DPRD Denpasar Mundur 1,5 Jam
Harga Barang Diprediksi Naik Akhir 2026
