Rapat Paripurna DPRD Denpasar Mundur 1,5 Jam
Gambar atau konten salah?
Rapat paripurna DPRD Kota Denpasar mengalami penundaan selama satu setengah jam pada Jumat, 10 Juli 2026. Sidang yang sedianya dimulai pukul 10.00 Wita itu baru resmi dibuka pada pukul 11.24 Wita.
Agenda utama dalam rapat ke-7 masa persidangan II ini adalah mendengarkan laporan dari Panitia Khusus (Pansus) VIII. Pansus ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar untuk Tahun Anggaran 2025. Selain itu, rapat juga diisi dengan penyampaian laporan hasil reses dari masing-masing fraksi di DPRD.
Penyebab molornya rapat adalah karena harus menunggu kehadiran Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, yang bertindak sebagai pimpinan sidang. Setelah rapat dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Ngurah Gede langsung memimpin proses absensi para anggota dewan.
Dalam absensi tersebut, Ngurah Gede mengumumkan bahwa ada sebelas anggota dewan yang tidak hadir. "Rapat ini dihadiri 34 anggota. Tidak hadir 11 orang, diantaranya 2 orang sakit dan 9 orang izin," jelasnya. Meskipun demikian, identitas dari sembilan anggota yang tidak hadir dengan alasan izin tersebut belum diketahui secara pasti. Rapat tetap dilanjutkan sesuai dengan agenda yang telah ditentukan.
Secara keseluruhan, keterlambatan rapat paripurna ini disebabkan oleh faktor internal, yaitu menunggu pimpinan sidang. Meskipun ada sejumlah anggota yang tidak hadir, proses persidangan tetap berjalan untuk membahas laporan pertanggungjawaban APBD dan hasil reses fraksi-fraksi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
