Usia Bukan Halangan, Purnawirawan TNI AU Sukses Jual Bolu Pisang
Gambar atau konten salah?
Usia bukanlah penghalang untuk memulai usaha, seperti yang ditunjukkan oleh Iswantiyo, seorang purnawirawan TNI Angkatan Udara (AU). Saat ini, ia menjalankan bisnis kuliner yang berfokus pada bolu pisang bersama keluarganya.
Setelah pensiun, Iswantiyo merasa perlu mengisi waktu luangnya. Ia juga tidak ingin istrinya, yang kini berusia 60 tahun, terus berjualan di pasar. Dari situ, ide untuk menjual roti muncul. “Saya ingin istri saya berhenti berdagang di pasar agar kita bisa bersama di masa tua. Saya juga paham bahwa jika dia berhenti, dia akan merasa sedih di rumah,” jelas Iswantiyo.
Meski awalnya Iswantiyo tidak memiliki peralatan yang memadai dan pengetahuan yang cukup, ia tidak menyerah. Ia terus berusaha hingga menemukan cara dan takaran yang tepat. Suatu ketika, ia membuat bolu pisang untuk anaknya sebagai oleh-oleh, dan anaknya merekam proses pembuatan tanpa sepengetahuannya. Video tersebut kemudian viral di media sosial dengan respon positif dari banyak orang.
“Anak saya merekam saat saya membuat bolu pisang dan sehari kemudian, dia menghubungi saya dan mengatakan videonya viral,” katanya. Dari situ, Iswantiyo mulai menjual bolu pisangnya pada 17 Juli 2025. Namun, ia hanya mampu memproduksi 24 loyang dalam sehari karena keterbatasan tenaga, sementara permintaan terus berdatangan.
“Saya hanya mampu membuat 24 paket sehari. Namun, permintaan bisa mencapai ribuan. Dengan pertimbangan yang matang, kami mencari bantuan. Sekarang, kami bisa menjual 80-100 paket per hari dengan bantuan tiga orang baker,” tambahnya.
Bolu pisang buatan Iswantiyo tidak hanya dinikmati di dalam negeri, tetapi juga telah dikirim ke Hong Kong dan Malaysia. Dengan pengemasan vakum, bolu pisangnya bisa bertahan hingga 7-10 hari. “Varian premium sedikit lebih cepat basi karena mengandung selai, hanya bertahan 4-5 hari,” ujarnya.
Modal awal yang dikeluarkan Iswantiyo untuk memulai bisnis ini sekitar Rp 1 juta, digunakan untuk membeli mixer dan oven. “Saya membeli mixer seharga Rp 185 ribu dan oven Rp 900 ribu. Setelah viral, kami bisa menjual hingga 4 ribu bolu pisang dan omzet mencapai ratusan juta per bulan,” jelasnya.
Iswantiyo juga memberikan semangat bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis, tidak peduli usia. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Meskipun sudah tua, kita harus terus belajar. Seperti pengalaman saya, meski sudah tua, saya tetap belajar membuat roti meski sering gagal,” tutupnya.
Iswantiyo menunjukkan bahwa dengan tekad dan usaha, siapa pun dapat memulai dan sukses dalam bisnis, tidak peduli usia mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
TASPEN Ajak Karyawan Kurangi Emisi Lewat Green Miles
DJP Libatkan TNI-Polri Awasi Wajib Pajak
Prabowo: Minyak Goreng Langka di Negara Sawit Terbesar
Prabowo: Saya Diserang Gegara Program Makan Gratis
Prabowo Bantah MBG Boros, Sebut Ribuan Triliun Menguap
Prabowo: Ukuran Negara Berhasil, Rakyat Tak Kelaparan
