Usyk Menahan Verhoeven di Piramid Giza, TKO Kontroversial
Gambar atau konten salah?
Oleksandr Usyk menahan Rico Verhoeven di Piramid Giza, Mesir pada 24 Mei 2024. Pertarungan ini merupakan pertahanan gelar juara kelas berat ke‑6 Usyk. Nama panggilan The Cat menjadi sorotan ketika duel berlangsung di arena bersejarah ini.
Rivalitas ini berjalan penuh ketegangan. Verhoeven yang baru saja mencoba tinju di level ini, berhasil menekan Usyk di beberapa ronde. Namun, di 11 ronde, Verhoeven akhirnya terjatuh. Wasit menghitung pukulan, lalu Verhoeven bangkit pada pukul kelima dan menantang kembali. Usyk langsung menghujani dengan jab bertubi‑tubi, menandai akhir pertarungan.
Kontroversi muncul ketika wasit memutuskan untuk menghentikan laga di detik terakhir 11 ronde. Verhoeven marah dan mengkritik keputusan tersebut. Ia merasa bahwa ronde tersebut seharusnya berakhir normal dan ia masih memiliki kesempatan untuk pulih di ronde 12. Namun, wasit tetap menegaskan keputusan tersebut, mengakibatkan Verhoeven dinyatakan kalah TKO.
"Awalnya saya pikir pertarungan dihentikan terlalu dini, tapi pada akhirnya itu bukan keputusan saya. Saya sudah sangat bersyukur kepada Usyk atas kesempatan bertarung ini," kata Verhoeven, melansir Daily Mail.
Verhoeven kemudian menyatakan keinginannya untuk pertandingan ulang. Ia mengatakan, "Beliau mengatakan kepada saya bahwa dia ingin pertandingan ulang, tapi itu bukan keputusan saya. Kita lihat saja apa yang akan terjadi. Saya ingin wasit membiarkan saya keluar dengan terhormat atau membiarkan saya bertarung hingga ronde kedua belas."
"Saya merasa skor kami cukup seimbang. Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang datang. Saya sangat bangga dengan penampilan saya dan semoga dunia tinju menerima saya sebagai petinju. Saya sangat bahagia bisa berada di sini," kata Rico Verhoeven.
"Terima kasih banyak. Aku tahu saat ini, rakyat Ukraina sedang berada di tempat perlindungan bom, termasuk putriku, yang juga berada di sana. Dia mengirimiku pesan yang berbunyi, 'Papa, aku mencintaimu, kamu pasti menang,'" kata Usyk.
"Terima kasih banyak, Rico. Kamu adalah petarung yang luar biasa. Terima kasih banyak kepada timmu. Timku, aku mencintaimu. Istriku, aku mencintaimu. Kalian adalah cahaya dan hatiku. Pertarungan ini sulit. Ini adalah pertarungan yang bagus. Terima kasih, Tuhan," kata Oleksandr Usyk.
Dengan kemenangan ini, Usyk tetap tidak terkalahkan dalam 25 duel, mencatat 16 KO dan 9 decision. Ia masih menjadi raja tinju kelas berat saat ini, sementara Verhoeven gagal merebut sabuk tersebut.
Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara keputusan wasit dan keinginan petinju untuk melanjutkan pertarungan. Meski kontroversial, hasilnya tetap menguatkan posisi Usyk sebagai juara kelas berat yang dominan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
