UTBK ITS: 12.585 Peserta Uji di 48 Titik, Teknis Cek Ketat
Gambar atau konten salah?
Surabaya – Pada hari pertama UTBK SNBT ITS, 12.585 peserta tersebar di 48 titik ujian di seluruh kampus. Ujian berlangsung dari 22 hingga 29 April, kecuali 26 April, dengan dua sesi setiap hari kecuali Jumat yang hanya satu sesi. Setiap sesi rata‑rata dihadiri 1.022 peserta.
Di hari pertama, 13 peserta melanggar administrasi dan 38 tidak hadir. Pada hari kedua, 23 peserta tidak hadir. Pelanggaran tersebut antara lain tidak membawa ijazah SMA/SMK sederajat atau surat keterangan sebagai siswa kelas XII.
Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa institusi menerapkan prosedur skrining ketat di setiap ruangan. Semua peserta diperiksa menggunakan metal detector. “Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan,” ujarnya pada Kamis (23 April 2026).
Selain itu, ITS memanfaatkan teknologi face recognition berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memverifikasi identitas peserta. “Teknologi ini kami gunakan untuk memastikan peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan daftar ulang adalah orang yang sama,” tambahnya.
Bagus Jati Santoso, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS, menyatakan bahwa pihaknya meningkatkan jumlah server dari dua menjadi tiga unit guna memperlancar pengiriman jawaban ke pusat. Ia juga menegaskan bahwa jaringan internet diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring. “Jaringan internet pun diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” jelas Bagus.
ITS menegaskan perannya dalam menciptakan akses seleksi perguruan tinggi yang adil dan setara bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen ITS mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Dengan prosedur ketat, teknologi canggih, dan infrastruktur yang diperkuat, ITS berupaya menjaga integritas UTBK dan memberikan kesempatan seleksi yang setara bagi semua peserta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
