Varian BA.3.2 ‘Cicada’ Global, Belum Ada di Indonesia 2026

Agus P. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 124 dibaca
Bisik.id
Varian BA.3.2 ‘Cicada’ Global, Belum Ada di Indonesia 2026

Gambar atau konten salah?

Varian baru COVID‑19, BA.3.2 yang diberi julukan “Cicada”, kini sudah terdeteksi di puluhan negara. Banyak orang bertanya apakah varian ini sudah pernah muncul di Indonesia.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, “Sampai saat ini akhir Maret 2026, belum ditemukan varian tersebut di Indonesia,” tegas Aji ketika dihubungi pada Rabu (1 April 2026).

Di Indonesia, varian yang paling banyak beredar masih XFG, LF.7, dan XFG 3.4.3. Aji menjelaskan, “Varian dominan di Indonesia adalah XFG (57%), LF.7 (29%), XFG 3.4.3 (14%) dengan risiko rendah,” sambungnya.

XFG menjadi varian nomor satu dalam hal penyebaran. Pada 13 Juni 2025, XFG sudah terdeteksi di 130 negara, terutama di Eropa dan Asia. Turunan LF.7.9 juga sudah menyebar secara global, dengan 41 negara utama di Amerika dan Asia. Subvarian LF.7.9.1 dan LP.7 memiliki karakteristik serupa dengan JN.1.

Meski varian dominan di Indonesia termasuk kategori risiko rendah, Aji menekankan pentingnya tetap menjaga protokol kesehatan. Ia menyarankan, “Masyarakat biasakan terapkan saja perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS): rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, pakai masker jika sakit/di keramaian, dan lainnya,” kata Aji.

Gejala COVID‑19 “Cicada” belum berbeda jauh dari varian Omicron sebelumnya. Biasanya meliputi sakit tenggorokan, demam dan menggigil, kelelahan, batuk, nyeri tubuh, hidung tersumbat, serta sakit kepala, mual ringan, dan sesak napas pada beberapa kasus.

Dengan varian yang masih berisiko rendah, masyarakat tidak perlu panik. Namun tetap penting untuk menerapkan PHBS dan mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

Varian COVID‑19 BA.3.2XFGLF.7Protokol kesehatanPHBSRisiko rendahDeteksi globalKemenkes RI

Komentar

Memuat komentar...