Variasi Olahraga Turunkan Risiko Kematian 19%
Gambar atau konten salah?
Sebuah pandangan baru mengenai hidup sehat muncul dari penelitian terbaru. Banyak yang mengira olahraga panjang adalah segalanya. Namun, variasi jenis olahraga ternyata memberikan dampak lebih besar. Penelitian menunjukkan, variasi aktivitas fisik bahkan bisa mengurangi risiko kematian hingga 19 persen.
Temuan ini melibatkan observasi terhadap lebih dari 110.000 orang selama 30 tahun. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal BMJ Medicine. Individu yang melakukan beragam jenis kegiatan fisik menunjukkan peluang hidup lebih panjang. Ini berbeda dengan mereka yang hanya fokus pada satu jenis olahraga saja.
Dr James Voos, Kepala Ortopedi di University Hospitals, yang tidak terlibat langsung, berkomentar bahwa penurunan angka kematian tersebut sangat signifikan.
Selama ini fokus utama adalah durasi olahraga. Namun, penelitian ini menyoroti aspek lain. Menurut Dr Han Han dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, variasi aktivitas memberikan dimensi baru dalam menjaga kesehatan.
Apa artinya ini? Melakukan berbagai kegiatan seperti jalan kaki, berenang, yoga, bersepeda, sampai berkebun, bisa lebih menguntungkan. Manfaatnya lebih besar dibandingkan hanya melakukan satu jenis olahraga dalam waktu lama.
Para ahli menjelaskan, variasi olahraga melatih tubuh dalam berbagai aspek sekaligus. Ini mencakup kekuatan, kelenturan, dan keseimbangan. Selain itu, cara ini mencegah plateau effect. Kondisi ini terjadi saat tubuh berhenti merespons karena sudah terbiasa dengan gerakan yang sama.
"Tubuh memerlukan berbagai jenis gerakan setiap minggunya," kata Dr Voos.
Untuk mendapatkan manfaat ini, tidak harus selalu datang ke pusat kebugaran setiap hari. Aktivitas sederhana di rumah atau sekitar lingkungan sudah cukup. Contohnya termasuk:
- Jalan kaki santai
- Bersepeda
- Berkebun
- Latihan ringan seperti squat atau push-up di rumah
Bahkan, gerakan kecil seperti berjalan saat istirahat kerja atau melatih otot inti saat duduk pun tetap memberikan manfaat.
Meskipun penting untuk tetap aktif, tubuh juga memerlukan waktu pemulihan. Hari istirahat diperlukan untuk memulihkan otot dan mengembalikan energi. Istirahat tidak berarti diam sepenuhnya. Aktivitas ringan seperti peregangan tetap dianjurkan.
Mengombinasikan berbagai aktivitas fisik tidak hanya membuat rutinitas olahraga lebih menarik. Ini terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan peluang hidup lebih lama. Daripada terpaku pada satu jenis olahraga, mulailah menggabungkan berbagai kegiatan fisik agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Penelitian yang diamati berlangsung selama periode waktu yang panjang, mulai dari sekitar tahun 1990-an hingga saat laporan ini dibuat. Fokus utamanya adalah membandingkan hasil kesehatan mereka yang melakukan variasi aktivitas fisik dengan mereka yang monoton dalam olahraganya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
