Vasektomi: Sperma Tidak Menumpuk, Tubuh Recycle Otomatis
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, banyak orang masih bingung tentang apa yang terjadi pada sperma setelah vasektomi. Banyak postingan di media sosial menyebutkan bahwa sperma yang tidak keluar akan menumpuk dan menjadi penyakit.
Vasektomi sendiri adalah prosedur pengendalian kelahiran yang memutus vas deferens, sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma. Prosedur ini biasanya dipilih oleh pasangan yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi.
Menurut dr Nur Rasyid, SpU dari RSCM, setelah vasektomi sperma yang tidak dikeluarkan tidak akan menumpuk. Ia mengatakan, “Jadi semuanya kita itu apa pun dibentuk dan rusak sendiri. Mukosa begitu, jadi spermatozoa yang ditutup itu jalurnya, dia dengan berjalannya waktu akan rusak. Dan diserap oleh tubuh kita.”
Artinya, tubuh secara otomatis mendaur ulang sel-sel sperma yang tidak terpakai. Sel-sel tersebut akan rusak dan diserap oleh sistem tubuh tanpa menimbulkan masalah kesehatan.
Bagi pasangan yang berubah pikiran, masih ada dua opsi. Pertama, rekanalisasi – operasi penyambungan kembali saluran sperma. Namun prosedur ini sulit dan mahal. Kedua, bayi tabung tetap memungkinkan, tetapi sperma harus diambil langsung dari testis. Dr. Nur Rasyid menegaskan, “Bisa (bayi tabung), tetapi mengeluarkan spermanya diambil dari testisnya.”
Dengan penjelasan tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa vasektomi tidak menimbulkan akumulasi sperma berbahaya. Jika ingin kembali memiliki anak, ada dua jalan yang masih terbuka, meski masing‑masing memerlukan pertimbangan dan biaya yang berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
