Video Macan di Cangar Sebenarnya di Baluran, Tahura Tolak
Gambar atau konten salah?
Video singkat yang menampilkan seekor macan di hutan Cangar, bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, menjadi viral di media sosial. Penampakan tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya apakah macan itu benar berada di wilayah Tahura atau tidak.
Setelah video tersebut beredar, pihak Tahura Raden Soerjo segera mengeluarkan pernyataan. Mereka menegaskan bahwa selama ini tidak pernah menerima laporan atau menemukan macan di hutan tersebut. Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura, Ajat Sudrajat, menyebut video tersebut hanyalah kebohongan pembuat konten yang ingin viral.
Ajat mengatakan, "Kami belum ada info (soal unggahan tersebut) dan belum terverifikasi kebenarannya. Sebab, sekarang banyak sekali info‑info yang ingin viral dari semua pembuat konten," katanya pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan keberadaan macan di wilayah Tahura Cangar.
Ajat juga menegaskan, "Kami belum pernah menemukan," tandasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa petugas Tahura Raden Soerjo belum pernah menemui macan di hutan tersebut.
Keberadaan macan itu terungkap setelah seorang fotografer alam liar profesional, Rendra Kurnia, mengklarifikasi bahwa video tersebut diambil di kawasan hutan Taman Nasional Baluran, Situbondo, pada tahun 2024. Rendra berkata, "Yang sebenarnya video itu tahun 2024 lalu di Baluran. Kebetulan saya di sebelah pengunjung yang bikin video ini," terang Rendra.
Ia menjelaskan bahwa pada saat itu ia sedang mengambil video untuk proyek film yang baru saja tayang di Austria. Rendra, yang berprofesi sebagai fotografer satwa liar, disewa untuk memotret gambar natural di hutan tersebut. Ia menghabiskan berhari-hari menunggu di titik lokasi yang menjadi rute alami macan.
Ketika macan muncul, beberapa pengunjung hutan Baluran panik. Rendra, yang berada di bawah jembatan dengan tenda kamuflase, marah pada pengunjung yang mengganggu. Ia berkata, "Saya ada di bawah jembatan dengan tenda kamuflase, akhirnya gaet yang bawa tamu‑tamu itu saya marahi karena mereka ribut dan keluar dari mobil justru berbahaya. Bahkan ada yang melempar batu. Jika satwa liar merasa terancam, tentu naluri alaminya adalah memburu dan itu berbahaya, harusnya Gaet paham," tegas Rendra.
Rendra berharap, saat berkunjung ke wilayah hutan liar, masyarakat diharapkan membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang perilaku satwa liar. Ia menekankan pentingnya mengutamakan keamanan daripada hanya mengabadikan video.
Video amatir sebelumnya, diunggah akun TikTok @Wong Mojokerto, memperlihatkan seekor satwa yang tampak seperti macan di area hutan Cangar. Perekam video berkata, "Lo iki lo, jare alas cangar gak onok macan e. Iki macan ta koceng," kata perekam video dikutip pada hari Kamis, 21 Mei 2026. Rekaman tersebut mendapat 29.000 like dan 250 komentar.
Netizen banyak yang memperdebatkan apakah hewan yang terekam video tersebut benar macan atau tidak. Beberapa komentar menyebut bahwa lokasi video tidak berada di wilayah hutan Cangar. Salah satu komentar menulis, "Itu sejenis macan akar, harimau Jawa udah punah menurut data," tulis akun @Con**.
Keberadaan macan di hutan Baluran memang sudah diketahui, namun tidak pernah terhubung dengan wilayah Tahura Cangar. Pihak Tahura Raden Soerjo menegaskan bahwa tidak ada macan di wilayah tersebut, sementara fotografer Rendra mengklarifikasi bahwa video tersebut memang diambil di Baluran. Situasi ini menyoroti pentingnya verifikasi fakta sebelum video disebarkan. Pihak terkait tetap mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak menilai secara cepat tanpa bukti yang jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
