Video Pocong Celurit Viral, Rekayasa Pemuda Bangkalan
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan pocong dengan celurit menjadi viral di media sosial dan menimbulkan kegelisahan di kalangan warga Bangkalan. Polres Bangkalan mengungkap bahwa video tersebut hanyalah rekayasa kelompok pemuda dari Dusun Rampak, Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, video itu dibuat oleh sekelompok pemuda asal Dusun Rampak, Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.” kata Ipda Agung Intama, Kasi Humas Polres Bangkalan, pada 01 Juni 2026.
Agung menjelaskan bahwa ide pembuatan video muncul secara spontan saat para pemuda berkumpul di gardu depan rumah salah satu pelaku dan bermain judi gaplek pada malam 30 Mei 2026. Untuk menambah kesan menyeramkan, mereka memanfaatkan kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di rumah tersebut.
“Para pelaku menggunakan mukena bekas berwarna putih sebagai kostum pocong dan celurit yang diambil dari gudang.” ujarnya, menegaskan bahwa semua elemen visual bersifat amatir.
Pemeran utama dalam video tersebut adalah Saifulloh (25), warga Dusun Rampak, Desa Mrandung. Ide pembuatan video berasal dari Zulhan (30), yang juga merupakan warga setempat, kata Agung.
Proses perekaman dilakukan di kediaman remaja berinisial Kandi (17) alias Bongkar. Kandi memegang peran penting dalam mengoperasikan sistem kamera keamanan dan menyebarkan rekaman ke publik.
Selain ketiganya, sejumlah pemuda lain turut terlibat, yakni Imron, Rahmad, Nizar, dan Ilham, yang semuanya berasal dari Dusun Rampak, Desa Mrandung.
“Kostum pocong dan celurit yang tampak dalam video diketahui merupakan milik Kandi.” tambah Agung. Perekaman di teras rumah selesai pada 31 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, Kandi menghubungi ibunya, Muniyah, yang bekerja di Malaysia, meminta file rekaman CCTV dikirimkan ke ponselnya. Selanjutnya, Kandi membagikan video tersebut ke beberapa grup WhatsApp, sehingga video menjadi viral.
Setelah identitas dan motifnya terbongkar, para pemuda Desa Mrandung mengakui kesalahan dan memohon maaf secara terbuka kepada masyarakat. Polres Bangkalan mengimbau publik agar selektif dalam menilai video misterius sebelum diverifikasi, serta tidak menyebarkan konten yang dapat memicu ketakutan komunal.
“Bijaklah dalam menggunakan media sosial dan selalu lakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum tentu benar,” pungkas Agung. Situasi ini menyoroti betapa cepatnya informasi dapat menyebar dan pentingnya verifikasi fakta sebelum menilai suatu konten.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
